Penuh Makna Filosofis dan Spiritual, Batik Ini Dihargai Rp 200 Juta

Editor : Lucky

Sapuan memperlihatkan batik karyanya
Sapuan memperlihatkan batik karyanya

Online24, makassar – Batik adalah salah satu warisan Indonesia yang diakui United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO). Batik mempunyai nilai kebudayaan yang tinggi. UNESCO menetapkan batik adalah warisan budaya milik Indonesia pada 2 Oktober 2009 yang kemudia Pemerintah Indonesia menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Batik Nasional.

Salah satu pembatik di tanah air adalah Sapuan. Dialah salah satu maestro batik Indonesia yang tinggal di wilayah Pekalongan, Jawa Barat.

Laki-laki berumur 55 tahun itu memilih memasarkan karyanya dengan cara yang berbeda dari pembatik lainnya. Ia memilih memasarkan batiknya di segmen pasar tertentu dan tidak memproduksi batik untuk konsumsi fashion, tapi memilih menciptakan batik halus atau batik art.

Menurutnya, batik bukanlah soal bisnis dan mencari untung semata, batik adalah budaya, buah budi, hasil cipta, olah rasa, dan karsa manusia yang menyimpan nilai ajaran hidup layaknya kitab suci.

Pria yang suka memakai sarung batik itu tidak pernah khawatir dengan sedikitnya minat kolektor yang mengapresiasi batik. Namun, ia sangat sangat optimis ciptaannya akan menemukan kolektor.

Diketahui, selembar batik karya Sapuan dibanderol dengan harga Rp 200 juta.

Uniknya, batik karya Sapuan berbeda dengan batik maestro lainnya. Ia menggunakan canting berukuran nol, sangat kecil dan memakai lilin untuk membatik yang diciptakan khusus, sehingga menghasilkan detail yang rumit.

Menciptakan batik baginya adalah suatu laku spiritual. Ia merasa dirinya dilahirkan dunia untuk memberikan inspirasi bagi semua manusia.(*)