Ombudsman Akan Selidiki Reklamasi Makassar

Editor : Andhika BD
Kordinator KMAK mempersentasikan hasil kajian terbaru terkait dugaan korupsi proyek reklamasi CPI di Universitas Patria Artha Makassar, Jum'at (10/2/2017).

Online24, Jakarta – Adanya dugaan maladminsitrasi atas reklamasi di Makassar membuat komisi Ombudsman Republik Indonesia akan turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Bukan hanya reklamasi Makassar yang akan di tinjai oleh ORI akan tetapi seluruh proyek reklamasi di Indonesia akan tinjau oleh ORI.

Komisioner Obudsman RI Alamsyah Saragih mengatakan pihaknya menerima sejumlah aduan dari kelompok masyarakat mengenai reklamasi di Indonesia. Diantara laporan dugaan maladministrasi yang masuk ke Ombudsman RI itu itu menurut Alamayah yaitu  reklamasi Pantai Makassar, Teluk Jakarta dan Palu, Sulawesi Tengah. Alamsyah mengakui jika saat ini pihaknya akan fokus ke reklamasi pantai di Makassar. ” Kita memang terima laporan dari Makassar” kata alamsyah. Sementara ini pihaknya sedang melakukan peninjaun terhadap reklamasi di Jakarta. Kalau Palu menurut Alamsyah itu telah selesai dan proyek reklamasi di  Palu mereka hentikan.

Selain proyek reklamasi di Makassar, pihak ORI juga tengah menggelar reveiw  atas izin  pelaksanaan reklamasi, Teluk Jakarta, Bali dan Sulawesi Tenggara. Namun pihaknya akan fokus dulu di Jakarta dan Makassar.

Sementara itu meski terjadi penolakan dari sejumlah kelompok masyarakat di Makassar, reklamasi Makassar di CPI tetap saja berlangsung.  Gubernur Syahrul Yasien Limpo di berbagai kesempatan membantah jika proyek reklamasi CPI tidak berjalan sesuai perizinan. Tak mungkin kami bangun kalau tak ada amdal-nya. Kalau ada yang bilang begitu, salah dan tidak mengerti,”  tegas SYL sapaan akrab Gubernur Sulsel Syahrul Yasien Limpo.

Juni 2017 lalu, Komisi IV DPR RI pernah  melakukan kunjungan langsung ke CPI, pusat reklamasi di Makassar. Menurut Herman Khaerun, anggota DPRI tersebut pemerintah telah membentuk tim terpadu terhadap proyek reklamasi CPI. Sebab menurutnya, banyak laporan yang masuk dari masyarakat atas dugaan pelanggaran izin reklamasi Makassar.