Tiga Kali Mangkir, H. Bur Akhirnya Penuhi Panggilan Jaksa

Reporter :
Editor : Fahmi
Mantan Bupati Takalar, H. Burhanuddin Baharuddin.(Foto: Ubay/ Online24)
Mantan Bupati Takalar, H. Burhanuddin Baharuddin.(Foto: Ubay/ Online24)

Online24, Makassar – Bupati Takalar non aktif, H. Burhanuddin Baharuddin akhirnya memenuhi panggilan Kejati Sulselbar. Ia tiba di lantai 5 kejaksaan tinggi (Kejati)) Sulsel pukul 11.00 wita. Dengan mengenakan kemeja warna putih lengan pendek, ia memasuki ruangan pemeriksaan.

Kasipenkum Kejati Sulselbar, Salahuddin, mengatakan pemeriksaan Bupati takalar diperiksa kapasitasnya sebagai tersangka.

“Saat ini tengah berlangsung pemeriksaan terhadap tersangka kasus dugaan penjualan lahan milik negara di Desa Laikang, Kecamatan Mangaragombang, Kabupaten Takalar yang berinisial BB. Pemeriksaan dimulai sejak pukul 11.00 wita,” ujarnya.

Saat ditanya terkait kemungkinan penahanan terhadap Burhanuddin Baharuddin, ia enggan berkomentar lebih jauh.

“Soal penahanan tesebut tergantung kewenangan penyidik. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan,” pungkasnya.

Burhanuddin Baharuddin akhirnya datang setalah tiga kali mangkir dari panggilan Kejati Sulsel.

Baharuddin ditetapkan sebagai tersangka  dalam kapasitasnya sebagai Bupati Takalar. Ia telah menyalahgunakan wewenang dengan mengeluarkan ijin prinsip kepada PT Karya Insan Cirebon untuk menggunakan lahan yang terletak di desa Laikang dan Punaga sebagai zona industri berat.

Berdasarkan ijin prinsip yang dikeluarkan, Camat Mangarabombang, Kepala Desa Laikang, dan Sekdes Laikang, menjual lahan tersebut kepada PT Karya Insan Cirebon, dengan cara seolah-olah tanah tersebut milik masyarakat.

Dari total luas lahan 3.806,25 hektar, lahan yang sudah terjual seluas 150 hektar. Berdasarkan Audit, kerugian yang diderita negara mencapai Rp 17 Milyar lebih.