Berniat Urus SKCK, Pemuda Ini Malah Diamankan Polisi

Reporter :
Editor : Lucky
Rahmat Hidayat
Rahmat Hidayat

Online24, Makassar – Rahmat Hidayat (21) yang berniat mengurus SKCK di Polsek Panakukang, Rabu (8/11/2017) kemarin, batal. Ia malah harus mendekam di balik jeruji besi.

Siang itu, Rahmat ke Polsek Panakukang untuk mengurus SKCK tapi langsung grogi ketika bertemu Bripda Ririn yang bertugas di ruang pelayanan Kehilangan dan SKCK yang membuatnya grogi.

Rupanya, Rahmat masih mengingat kejadian saat bersama temannya mengeroyok tetangga Bripda Ririn hingga meninggal dunia, beberapa bulan lalu.

“Saya mau mengurus SKCK untuk mendaftar di Go-jek. Sebelumnya saya pernah sebagai driver Grab,” ucap Rahmat kepada online24jam.com saat ditemui di ruang tahanan Polsek Panakkukang, Kamis (9/11/2017).

Setelah meninggalkan Polsek Panakukang, Rahmat sempat curhat kepada tukang parkir di depan Mapolsek Panakkukang, Jalan Penganyoman. Ia juga sempat menanyakan tempat mengurus SKCK yang lain.

Sementara itu, Bripda Ririn yang sempat melihat Rahmat langsung menanyakan status DPO Rahmat Hidayat di Ruang Urbin Reskrim.

“Saya langsung temui Aiptu Syamsul Alam di ruangan Urbin Reskrim. Saya tanya apakah ria atas nama Rahmat Hdiayat masuk DPO atau tidak dan ternyata tidak,” cerita Bripda Ririn.

Ririn pun menceritakan kepada Syamsul Alam bahwa Rahmat Hidayat pernah melakukan pencurian dan pengeroyokan di rumah tetangganya beberapa bulan lalu. Ririn tahu betul hal itu karena Rahmat tinggal tidak jauh dari rumahnya.

Mendengar hal itu, Aiptu Syamsul Alam bersama anggota lainnya berusaha mengejar Rahmat tapi terlambat. Rahmat sudah meninggalkan Mapolsek Panakkukang.

Berbekal foto yang diserahkan Ririn, petugs pun mencari tahu keberadaan Rahmat termasuk mendapat informasi dari tukang parkir jika Rahmat Polrestabes Makassar untuk mengurus SKCK.

Mendengar informasi yang diberikan tukang parkir tersebut, Syamsul Alam segera menghubungi unit Resmob Polsek Panakkukang dan tidak cukup waktu lama baginya untuk mengamankan Rahmat Hidayat untuk dilakukan pengembangan kasus.(*)