5000 Sikat Gigi Untuk Penderita Gigi Berlubang di Sulawesi Selatan

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Mahasiswa kedokteran gigi Universitas Hasanuddin memberikan arahan bagaimana menyikat gigi yang baik kepada para siswa sekolah dasar saat kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional di  Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hasanuddin, Jalan Kandea, Makassar, Kamis (9/11/2017). Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengajarkan bagaimana merawat gigi yang baik sejak dini. (Adam Said/Online24)
Mahasiswa kedokteran gigi Universitas Hasanuddin memberikan arahan bagaimana menyikat gigi yang baik kepada para siswa sekolah dasar saat kegiatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Hasanuddin, Jalan Kandea, Makassar, Kamis (9/11/2017). Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengajarkan bagaimana merawat gigi yang baik sejak dini. (Adam Said/Online24)

Online24, Makassar – Yayasan Unilever Indonesia kembali menggelar kegiatan tahunan “Bulan Kesehatan Gigi Nasional” ke 8 di Kota Makassar. Kegiatan ini bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) yang bertempat di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Hasanuddin, Jalan Kandea, Kota Makassar.

Di Sulawesi selatan, kegiatan ini berlangsung serentak di 5 kabupaten/kota yakni, Kota Makassar, Kabupaten Bone, Bantaeng, Bulukumba dan Gowa. Ada 5000 sikat dan pasta gigi yang diserahkan pihak Pepsodent sebagai langkah persuasif untuk mengajak masyarakat yang datang memeriksakan gigi dan mulut mereka.

Devision Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia, drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent, MDSc menjelaskan bahwa pihaknya telah konsisten dalam menekan jumlah penderita gigi berlubang di Indonesia.

“Kegiatan ini merupakan agenda tahunan, dan ini sudah ke 8 kali kami lakukan di kota Makassar. Setiap tahun kami mengangkat tema untuk pesan edukatif kesehatan gigi yang berbeda. Tahun ini, kami mengangkat tema “Merdeka Dari Gigi Berlubang,” ungkap Mirah.

Mirah juga sedikit bercerita bahwa saat ini konsumsi cemilan yang manis dan lengket sebagai penyebab terjadinya gigi berlubang mengalami peningkatan. Konsumsi cokelat dan permen bagi anak-anak sangat beresiko memunculkan permasalahan gigi berlubang, sehingga edukasi mengenai cara menjaga kesehatan gigi sebaiknya sejak dini diberikan.

“Makanan yang lengket dan manis itu bisa menurunkan derajat keasaman mulut. Dalam hitungan menit bahkan jam ini menyebabkan hilangnya mineral pada gigi dan membuat gigi lubang, dan ini sasarannya adalah anak-anak,” tambahnya.

Masyarakat kota Makassar yang ingin memeriksakan kondisi gigi dan mulut bisa mendatangi langsung Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Hasanuddin. Pelayanan gratis bagi pasien yang telah mendaftar berlangsung hingga tanggal 11 November mendatang. Senyum Sehat Senyum Indonesia .