ACC Sulawesi Bentuk Tim Khusus Pantau Praperadilan Jentang

Reporter :
Editor : Lucky

Direktur Data dan Riset ACC Sulawesi, Wiwin Suwandi
Direktur Data dan Riset ACC Sulawesi, Wiwin Suwandi

Online24, Makassar – Anti Corruption Comittee (ACC) Sulawesi membentuk tim khusus untuk memantau jalannya sidang gugatan Praperadilan yang diajukan oleh Soedirjo Aliman alias Jentang atas penetapan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyewaan lahan di Kelurahan Buloa, Tallo, Makassar.

Direktur Riset dan Data ACC Sulawesi, Wiwin Suwandi, menyatakan bahwa pemantauan terhadap sidang Praperadilan Jentang akan melibatkan segala kemampuan, sumberdaya, dan jaringan yang ada.

“Termasuk berkordinasi dengan Komisi Yudisial dan KPK untuk memastikan proses praperadilan tersebut tidak disusupi kepentingan yang ingin mengaburkan keterlibatan JT sebagai aktor utama kasus Buloa,” ungkap Wiwin.

Wiwin juga menambahkan bahwa pemantauan sidang ini sebagai bentuk peringatan terhadap Pengadilan Tipikor Makassar dan Hakim yang mengadili gugatan Praperadilan JT untuk tidak bermain-main dan berusaha melepaskan Jentang dari jeratan kasus ini.

Sementara itu, Juru Bicara PN Makassar, Bambang Nur Cahyono, yang dikonfirmasi terkait sidang gugatan Praperadilan Jentang yang menggugat Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel tak mau berkomentar banyak, dan meminta agar seluruh elemen masyarakat bisa mengikuti sidang gugatan tersebut yang bergulir perdana pada Kamis (16/11/2017) mendatang.

“Sidang perdananya hari Kamis pekan depan. Mari kita ikuti bersama-sama ya,” ungkap Bambang

Sebelumnya, Soedirjo Aliman alias Jentang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Sulsel dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyewaan lahan Buloa menyusul tiga terdakwa sebelumnya yang telah menjalani persidangan yakni M Sabri, Rusdin, dan Jayanti.

Tak terima dijadikan tersangka, Jentang kemudian mengajukan gugatan Praperadilan dengan isi permohonan yang meminta Hakim Praperadilan untuk menyatakan penetapan tersangka terhadap dirinya tidak sah, dan meminta Hakim untuk memerintahkan Kejaksaan berhenti menyidik kasus yang menjeratnya sebagai tersangka.(*)

Hg