Kejati Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Jentang

Reporter :
Editor : Lucky

Kasi penkum Kejati Sulselbar, Salahuddin.
Kasi penkum Kejati Sulselbar, Salahuddin.

Online24, Makassar – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel siap menerima gugatan praperadilan Soedirjo Aliman alias Jentang , tersangka kasus dugaan penyewaan lahan milik negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo kota Makassar.

“Kita menghargai upaya hukum yang dilakukan oleh pihak pemohon. Kita juga tentu harus selalu siap menghadapi gugatan seperti ini,” ujar Kasipenkum Kejati Sulsel, Salahuddin, Sabtu (11/11/2017).

Meski mengaku siap, namun pihaknya masih belum mengetahui siapa hakim tunggal yang ditunjuk untuk menyidangkan gugatan prapradilan tersangka.

“Kita belum tahu siapa hakim tunggal yang akan menangani perkara ini. Sejauh ini kita tinggal menunggu surat penyampaian dari hakim,” ungkapnya.

Sekedar diketahui, Jentang mengajukan gugatan praperadilan penetapan dirinya sebagai tersangka di pengadilan negeri Makassar pada hari Rabu (8/11/2017).

Ia sediri ditetapkan menjadi tersangka pada kasus tersebut pada Rabu (1/11/2017). Pemilik PT Bumi Anugerah Sakti (BAS) tersebut ditetapkan sebagai tersangka karena diduga turut serta bersama-sama dengan tiga terdakwa lainya (Muh Sabri, Jayanti, dan Rusdin), secara tanpa hak, menguasai  tanah negara seolah-olah miliknya sehingga PT PP terpaksa mengeluarkan biaya penyewaan lahan.

Penyidik juga menemukan fakta  uang hasil pembayaran sewa lahan  tesebut diterima oleh Jentang melalui rekening pihak ketiga.

Dalam perkara ini sudah ada tiga terdakwa yakni Muh Sabri, Jayanti, dan Rusdin. Mereka saat ini tengah menjalani proses persidangan di pengadilan negeri Makassar.

Sekedar diketahui, kasus ini berawal dari kesepakatan penyewaan lahan negara  yang digarap Rusdin dan Jayanti kepada PT PP untuk digunakan sebagai jalan masuk proyek Makassar New Port (MNP). Lahan tersebut disewa PT PP dari Rusdin dan Jayanti sebesar Rp 500 juta per tahun. Pada tahun kedua PT PP merasa hal tersebut tidak benar dan melaporkannya kepada Kejati Sulsel.(*)