Kelangkaan Gas Melon Dikeluhkan Pedagang Makanan

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Gas Melon
Gas Melon

Online24, Makassar – Kelangkaan tabung gas Elpiji 3 kg, kini mulai dirasakan masyarakat Kota Makassar, terkhusus pedagang rumah makan yang pasokan gas untuk menyalakan kompor mulai dibatasi.

Seperti yang dialami Wirna (42), yang kesehariannya kebanyakan dihabiskan di dapur untuk memasak makanan siap saji yang dijualnya, salah satu rumah makan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.

Wirna menuturkan kalau seharinya untuk memasak bisa mengganti gas berukuran 3 kg hingga 2 kali, kini hanya bisa mendapatkan 1 buah tabung gas yang bisa digunakannya.

“Kemarin bisa dapat 2 tabung gas (LPG 3 kg) sekarang 2 tabung gas dipakai untuk 2 hari. Karena langka tabungnya,” ungkapnya.

Menurutnya, kelangkaan tabung 3 kg yang diperuntukkan untuk golongan masyarakat menengah ke bawah, juga dipakai masyarakat yang ekonomi kelas menengah ke atas untuk kesehariannya.

“Kalau saya dengar dari pemerintah, seharusnya tabung 3 kg ini diperuntukkan untuk masyarakat yang kurang mampu. Tapi tidak tau sekarang, Pak,” jelas Warni.

Seperti diketahui, tabung melon ini mulai diluncurkan pada tahun 2007 silam, yang sejatinya telah mendapatkan subsidi dari pemerintah yang diperuntukkan untuk masyarakat menengah ke bawah.

Namun, karena pasaran tabung melon yang tidak seimbang disebabkan semua golongan masyarakat melakukan pembelian panik atau biasa disebut (panic buy). Akibatnya, masyakat baik ekonomi kelas atas maupun bawah membeli tabung lemon tersebut dengan jumlah yang banyak dan tidak terbatas.

Atas dasar itulah, pemerintah kini berencana untuk mencabut subsidi dari gas LPG 3 kg, pada bulan Maret 2018 mendatang. Tetapi, pengawasan subdisi akan diatur melalui kartu khusus yang dibagikan pemerintah kepada masyarakat menengah ke bawah.

Sehingga, masyarakat menengah ke bawah tetap akan mendapat subsidi dengan memperlihatkan kartu khusus tersebut. Dan untuk pembelian yang tidak menggunakan kartu khusus tersebut, akan mendapat harga sesuai dengan harga aslinya yang berkisar 31 ribu rupiah per tabungnya.