Cendekiawan Saudi Bolehkan Umat Muslim Shalat Selain di Masjid

Editor : ifan Ahmad

Anggota Dewan Cendikiawan Senior Arab Saudi, Abdullah bin Sulaiman Al-Manea
Anggota Dewan Cendikiawan Senior Arab Saudi, Abdullah bin Sulaiman Al-Manea

Online24, Riyadh – Seorang anggota Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi, Abdullah bin Sulaiman Al-Manea, mengeluarkan fatwa tentang membolehkan umat Islam melaksanakan ibadah shalat dimana saja, baik di Gereja maupun di Senagong. Fatwa Al-Manea tersebut dilaporkan oleh surat kabar Kuwait, Al Anba’, pada Jumat (10/11/2017).

Al-Manea menegaskan kalau Islam adalah agama toleransi dan belas kasih, bukanlah kekerasan, intoleransi atau terorisme. Dia menekankan kalau umat Islam harus menyebarkan Islam yang benar serta mengikuti kebiasaan Nabi Muhammad SAW untuk memperlakukan orang-orang yang berlainan agama secara toleran.

Ia mengatakan, seluruh tempat itu suci sebagai tempat salat karena seluruh tanah di Bumi adalah milik Tuhan. Sambil ia mengutip sebuah hadis Nabi Muhammad S.A.W, yang berbunyi, ” Bumi telah dijadikan tempat bersujud dan pemurniah bagi saya”.

Ia menuturkan, fatwa itu harus terlaksana, agar umat Muslim menanggalkan penafsiran-penafsiran radikal mengenai Islam, yang sudah lekat dengan aksi-aksi teroristik.

Al-Manea menyatakan bahwa Islam adalah agama yang hidup berdampingan, bukan dengan kekerasan. “Dalam aqidah, semua Muslim tidak boleh berbeda. Tapi pada cabang-cabangnya, perbedaan itu dimungkinkan dan suatu hal yang wajar serta harus saling menghormati,” tuturnya.

Ia mengutip persistiwa bersejarah saat Nabi Muhammad menerima delegasi orang-orang Kristen dari Najran. Saat itu, Nabi mengizinkan tamu-tamunya bersembahyang menghadap Yerusalem.

“Agama Islam bisa menyebar di banyak negara, seperti di Indonesia dan Malaysia, karena perilaku baik dari pedagang-pedagang Muslim. Perilaku baik itulah yang menarik perhatian warga negeri-negeri itu memeluk Islam. Bukan perilaku kekerasan,” tandasnya.

Diketahui fatwa seperti ini bukanlah hal baru, 10 tahun yang lalu, Dewan Cendekiawan Senior Arab Saudi mengeluarkan fatwa bahwa umat Islam diizinkan memasuki gereja-gereja untuk melihat-lihat dan menambah pengetahuan mengenai tempat-tempat ibadah dan sebaliknya orang-orang Kristen diizinkan memasuki mesjid, dan berdoa didalamnya, kecuali Masjidil Haram di Mekkah.

Fatwa itu merujuk pada kejadian ketika sahabat Nabi Muhammad S.A.W, Umar bin Al-Khattab, menolak untuk berdoa di Gereja Makam Suci di Yerusalem karena dia tidak ingin umat Islam mengganggu orang-orang Kristen di gereja mereka.

Sebagai gantinya, dia salat di daerah terdekat, di mana sebuah masjid dibangun dengan nama Masjid Umar. Namun, Umar tidak mengatakan bahwa umat Islam tak boleh masuk gereja.

Selain itu, fatwa tersebut sejalan dengan pidato Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, di Konferensi Inisiatif Investasi Masa Depan, Riyadh beberapa waktu lalu. Dalam pidatonya, Pangeran Mohammed menjanjikan Islam yang lebih moderat di Kerajaan Arab Saudi. (*)