Kasus Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Takalar, Pengacara Pelapor Minta Pelaku Ditahan

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Pengacara H Makmur Raona bersama rekannya
Pengacara H Makmur Raona bersama rekannya

Online24, Takalar – Kasus dugaan penggunaan ijazah palsu dua anggota DPRD Takalar yang menggelinding sejak tahun 2014 lalu hingga kini masih menggantung di dua lembaga aparat penegak hukum, Polda Sulsel dan Kejaksaan Negeri Takalar. Hal tersebut membuat aktivis penggiat pendidikan yang melaporkan kasus dugaan ijazah palsu kembali angkat bicara.

“Kasus dugaan ijazah palsu yang digunakan oleh Ketua PPP Takalar berinisial HN dan mantan Ketua PDIP Takalar berinisial HAM terlapor sejak tahun 2014, namun salah satu dari 2 anggota DPRD Takalar yang terlapor sudah mengantongi kasus tersangka, untuk itu kami meminta pelaku ijazah palsu segera ditahan,” tutur pengacara aktivis penggiat pendidikan Sulsel, Makmur Raona SH, Minggu (12/11/2017).

Makmur menjelaskan pula untuk kasus dugaan ijazah palsu anggota DPRD Takalar berinisial HN sementara masih tetap di tangan tim penyidik Kepolisian Daerah Sulsel.

“Kalau memang terlapor tidak cukup banyak bukti kami sarankan penyidik untuk mengeluarkan SP3, mengingat kasus ini sudah bertahun tahun dilaporkan, namun efek jera tidak dapat terwujud,” imbuhnya.