Diduga Salah Tangkap, Polisi Diadukan ke Propam Polda Sulsel

Editor : ifan Ahmad

Korban diduga salah tangkap
Korban diduga salah tangkap

Online24, Makassar – Dua pemuda terduga pelaku begal yang ditangkap oleh anggota Polsekta Rappocini, di depan Gedung Juang 45 Alauddin, Makassar, Jum’at (10/11/2017) malam lalu.

Penangkapan terhadap dua terduga pelaku masing masing Reynaldi Dwi Putra(22), warga Kompleks Permata Regency Sudiang No 1 Makassar dan Edwin Putra Polopadang (22) tahun warga jalan Poros Kariango, Kabupaten Maros.

Namun, diduga petugas dari kepolisian Polsek Rappocini salah menangkap orang, setelah memukul korban, petugas baru sadar kalau pria yang ditangkap bukanlah tersangka begal, naas kedua pria tersebut harus mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya.

Menurut pengakuan korban, awalnya saat menggunakan sepeda motor, kedua korban singgah di depan Gedung Juang 45, secara tiba-tiba muncul aparat yang melempar batu, karena kaget kedua korban lari masuk ke lorong penjual buah, terjadilah aksi kejar-kejaran antara petugas dan korban. Setelah tertangkap, kedua korban di tendang dan di pukul menggunakan tongkat karet, selain itu korban juga di ceburkan kepalanya ke dalam got.

Malam itu juga, kedua korban dibawa ke Polsek Rappocini, namun setelah diketahui bahwa kedua korban bukan pelaku begal akhirnya keduanya dibebaskan dengan menandatangi surat pernyataan yang isinya tidak terjadi kerusakan terhadap motor korban. Karena merasa tidak terima atas perlakuan dari petugas kepolisian, akhirnya korban Reynaldi Dwi Putra mengadukan penganiayaan tersebut ke propam Polda Sulsel Sabtu (11/11/2017) kemarin untuk di tindak lanjuti.

Laporan korban tersebut juga sudah diterima dan ditindak lanjut oleh Propam Polda terbukti dengan adanya surat tanda terima Laporan Polisi Nomor: STTLP/527/XI/2017/SPKT, Tanggal 11 November 2017.

Selain itu orang tua korban, Helda Susanti, mengatakan kepada media ini bahwa pelayanan di Propam Polda sangat baik, bahkan kami diminta untuk melaporkan tindak pidana yang telah dilakukan oleh anggota Polsek Rappocini.

Polisi tidak boleh berbuat semena-mena karena tugas polisi itu adalah pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat.

“Saya berharap agar pihak propam polda Sulsel betul-betul menindak lanjuti laporan ini, kami butuh bukti bukan janji untuk di tidak lanjuti, saya juga sangat menyatangkan atas perlakuan polisi terhadap anak kami, apalagi sampai dianiaya begitu bahkan sampai sekarang anak kami masih trauma,” tuturnya.