Pedagang Keluhkan Pembongkaran Sepihak yang dilakukan Pemerintah Kota Makassar

Reporter :
Editor : Lucky

Satpol PP Membongkar Lapak Pedagang Sentral, di Jalan KH Agussalim, Senin (13/11/2017)
Satpol PP Membongkar Lapak Pedagang Sentral, di Jalan KH Agussalim, Senin (13/11/2017)

Online24, Makassar – Polemik yang terjadi di Pasar Sentral menemui babak baru. Pedagang yang bertahan karena mengeluhkan mahalnya harga lods yang disediakan Makassar Mal kini digusur.

Kini, sebanyak 169 lapak pedagang Pasar Sentral dibongkar oleh Tim Terpadu yang berada di Jalan KH Agussalim, Senin (13/11/2017)

Pembokaran dilakukan lantaran pemerintah beralibi akan memperbaiki akses jalan yang ditempati para pedagang, sehingga Tim Terpadu merelokasi tempat dagangnya untuk masuk ke dalam Makassar Mal.

Menurut salah seorang pedagang, Laparerengi, harga lapaknya di Makassar Mall Rp158 ribu permeter, tetapi Wali Kota Makassar hingga saat ini belum keluarkan SK.

“Seandainya walikota ada SK-nya, mungkin lapak ini akan terbongkar dengan sendirinya, kan pedagang sudah setuju,” jelasnya.

Lebih jauh, kata Laparerengi, karena belum adanya SK yang dikeluarkan dari walikota, para pedagang pun bertahan dilapak masing-masing.

“Jadi tidak perlu capek-capek turunkan satpol PP untuk membongkar. Semoga cepat ada SK, karena dengan sendirinya pasti cepat terbongkar,” ujarnya.

Mahal atau tidaknya, kata Laparerengi, sudah ada kesepakatan di rumah jabatan walikota, ketika ada pertemuan antara pedagang, pihak PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) dengan Pemerintah Kota Makassar. Para pedagang hanya menunggu SK walikota

“Seandainya SK itu sudah keluar dari walikota, pasti pedagang membongkar sendiri tempatnya. Jadi untuk apa dilakukan seperti ini,” ungkapnya.

Para pedagang pun tidak keseluruhan mau pindah, masih banyak pedagang yang bertahan di lapaknya masing-masing.

“Jadi yang tidak sepakat, tidak mau juga tinggalkan tempatnya, karena yang dibongkar ini adalah para pedagang yang mau saja dan telah sepakat,” tutupnya.(*)