Jentang Kabur Keluar Negeri, Akademisi: Profesionalisme Jaksa ‘Pudar’

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Jentang (kiri)
Jentang (kiri)

Online24, Makassar – Setelah mangkir dari panggilan Jaksa penyidik, Soedirjo Aliman alias Jentang kini yang menyandang status tersangka dalam dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kini dikabarkan kabur dan berada di luar negeri.

Pakar Pidana Universitas Bosowa Makassar, Prof Marwan Mas, menjelaskan bahwa pencegahan seharusnya dilakukan oleh aparat penegak hukum sebelum yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka, apalagi yang terlibat kuat atas sebuah kasus yang bisa saja dipercepat saat proses penyelidikan ataupun penyidikan.

“Pencegahan seseorang keluar negeri karena diduga ada kaitannya dengan tindak pidana yang sedang dilidik, disidik, dan dituntut oleh aparat penegak hukum,” ucap Prof Marwan saat dikonfirmasi, Senin (13/11/2017).

“Bisa saja seseorang dikenakan pencegahan sebelum ditetapkan tersangka demi mempercepat proses penyelidikan/penyidikan, apalagi yang bersangkutan diduga kuat terlibat berdasarkan bukti permulaan yang ditemukan penyidik. Misalnya, yang bersangkutan sebagai terlapor, atau juga disebut terlibat oleh saksi-saksi,” jelasnya.

Atas kasus yang sama seperti yang dijelaskan sebelumnya, sambung Prof Marwan, Kejati terlambat saat proses sidang penetapan tersangka yang dilakukan oleh aparat penegak hukum tidak melakukan pencegahan sehingga, disebut kurang profesional saat menangani kasus kejahatan yang luar biasa.

“Kejati terlambat antisipasi pergerakan Jen Tang, padahal seharusnya saat penetapan tersangka harus disertai dengan pencegahan. Atau boleh jadi yang bersangkutan sudah kabur duluan keluar negeri, barulah ditetapkan tersangka,” ungkapnya.

“Seharusnya sudah ada antisipasi pencegahan keluar negeri saat banyak saksi yang nyatakan Jen Tang terlibat dalam kasus Buloa. Jadi, ini terkait dengan kesigapan dan antisipasi penyidik kejaksaan yang tidak baik, sehingga bisa disebut kurang profesional menangani kasus korupsi sebagai kejahatan luar biasa yang penuh dengan kecerdikan para pelakunya,” imbuh Prof Marwan.