Pemilihan Ketua Komisi DPRD Takalar Disebut Ilegal

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Online24, Takalar – Keributan para anggota DPRD Takalar kembali menjadi pemandangan tak sedap dihadapan para unsur pimpinan dan beberapa elemen masyarakat lainnya. Hal tersebut terjadi setelah separuh anggota DPRD Takalar menggelar pemilihan ketua komisi, mendapat penolakan dari sejumlah anggota fraksi di parlemen.

Ketua Fraksi Demokrat Hasbullah Bali menjelaskan, bahwa proses pemilihan ketua komisi 1, 2 dan 3 terkesan ilegal dan dipaksakan sehingga hasil dimentahkan.

“Pertama, pemilihan ketua komisi kemarin pagi itu, sangat dipaksakan karena hanya dilakukan sebagian kecil fraksi tanpa menunggu beberapa fraksi lain,” kata Hasbullah Bali, Selasa (14/11/2017).

Hasbullah Bali yang juga sekretaris Partai Demokrat Takalar menambahkan, bahwa pertukaran anggota komisi di DPRD disertai beberapa poin kesepakatan, hanya saja hasil kesepakatan tersebut dilanggar setelah sejumlah anggota komisi mengingkari hasil kesepakatan.

“Sebelum pertukaran anggota fraksi ditingkat komisi dilaksanakan lahir sebuah kesepakatan tentang paket pimpinan komisi, karena kesepakatan tidak terbangun maka semua kesepakatan, termasuk pemilihan ketua komisi telah gugur dengan sendirinya,” Urai Hasbullah Bali.

Untuk menghindari kegaduhan berkepanjangan dalam rapat paripurna tersebut, Ketua DPRD Takalar H Muh Jabir Bonto pun mengambil keputusan tegas dengan mengembalikan para anggota fraksi ke komposisi semula.

“Atas permintaan mayoritas fraksi, kita sepakati membatalkan usulan reposisi dan hasil pemilihan alat kelengkapan dewan, jadi kesimpulannya 3 ketua komisi hanya sehari menjadi pimpinan, dan pimpinan komisi kembali kekomposisi yang lalu,” tegas HM Jabir sambil mengetuk palu sidang dengan keras.