Anak 12 Tahun Jadi Saksi Mata Kasus Pembunuhan

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Online24, Makassar – Sidang Kasus pembunuhan terhadap Dermawan alias Wawan yang terjadi pada 19 April 2017 lalu di sekitar jalan Tanjung Alang, kota Makassar kembali bergulir di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (14/11/2017).

Kali ini, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan seorang anak berumur 12 tahun bernama Aldi untuk dijadikan Saksi dalam persidangan. Aldi merupakan saksi mata yang tengah berada di bengkel bersama ayahnya, pada saat kejadian penikaman terhadap Wawan terjadi.

Dalam persidangan, Majelis Hakim mulai menanyakan kronologi penikaman terhadap wawan. Aldi mengaku melihat korban, datang dan memeluk ayahnya yang sedang bersiap-siap menutup bengkelnya.

“Pertama ada datang satu orang, dia buang motornya baru dia peluk bapakku, sudahnya itu ada lagi datang satu orang langsung menikam baru lari,” ungkap Aldi yang didampingi ayahnya untuk memberi keterangan di hadapan Majelis Hakim.

Aldi tidak dapat menunjuk langsung pelaku yang datang menikam korban. Sebab dalam sidang ini, Majelis Hakim memerintahkan agar empat terdakwa tidak dihadirkan dalam sidang untuk menjaga kondisi psikologis saksi.

Olehnya itu, Aldi hanya menceritakan ciri-ciri si penikam tersebut yang menurutnya menggunakan baju berwarna hitam.

“Pakai baju hitam, jaraknya sekitar 1 setengah meter, adaji lampu tetapi dari toko sebelah,” ungkap Aldi

Sebelumnya, kasus pembunuhan terhadap Dermawan alias Wawan yang merupakan siswa SMP Khadijah, Makassar terjadi pada 19 April 2017 malam. Saat itu, Wawan bersama pelaku AR, SN, JN, dan AB sempat saling kejar-kejaran.

Korban berhasil melarikan diri dan hendak meminta tolong kepada pemilik bengkel, Daeng Nassa. Namun tak lama kemudian, salah satu pelaku datang dan menikam Wawan. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara namun nyawanya tak tertolong.