Anak 12 Tahun Jadi Saksi Kasus Pembunuhan, Ini Kata Psikolog Anak

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Online24, Makassar – Aldi, anak berumur 12 tahun yang menjadi saksi mata kasus penikaman terhadap Dermawan alias Wawan dihadirkan dalam persidangan yang berlangsung di ruang sidang Harifin A Tumpa, Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (14/11/2017).

Psikolog Anak sekaligus Praktisi Terapi Anak, Husnul Khatimah mengungkapkan, bahwa menjadikan seorang anak sebagai saksi dalam persidangan apalagi kasus pembunuhan, bisa berdampak pada psikologisnya dan menyebabkan trauma.

“Dia butuh pendamping, karena bagi seorang anak lingkungan pengadilan itu baru, mereka pasti berhadapan dengan orang baru yang dia kenal, dan itu bisa menyebabkan anak-anak mengalami traumatik tersendiri,” ungkap Husnul kepada online24jam.com

Menurut Husnul, seorang anak menjadi saksi dalam sidang menjadi beban berat bagi sang anak. Kondisi psikis anak tersebut memang tidak nampak, namun itu bisa berdampak pada perubahan perilaku dan emosi anak itu.

“kita lihat memang dia tampak sehat, tapi anak-anak yang mengalami beban psikis akan mengalami perubahan emosi, apalagi dalam kasus ini, sang anak tersebut melihat kejadiannya, itu saja sudah bisa membuat dia trauma,” urai Psikolog lulusan Universitas Negeri Makassar ini.

Dalam kasus ini, Aldi menjadi saksi mata kasus penikaman yang mengakibatkan korban Dermawan alias Wawan meninggal dunia. Aldi mengaku melihat pelaku datang dan menikam korban yang tengah meminta tolong kepada ayahnya.

Sebelumnya kasus pembunuhan terhadap Dermawan alias Wawan yang merupakan siswa SMP Khadijah, Makassar terjadi pada 19 April 2017 malam. Saat itu wawan bersama pelaku AR, SN, JN, dan AB sempat saling kejar-kejar.

Korban berhasil melarikan diri dan hendak meminta tolong kepada pemilik bengkel, Daeng Nassa. Namun tak lama kemudian, salah satu pelaku datang dan menikam wawan. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara namun nyawanya tak tertolong.