Ratusan Massa Seruduk Kejati, Tuntut Pelaku Panganiayaan Djuly Mambaya Ditahan

Reporter :
Editor : Lucky

Massa dari Pembela Kesatuan Rakyat (Pekat) demo di Kejati Sulsel menuntut pelaku penganiayaan terhadap Djuli Mambaya ditahan
Massa dari Pembela Kesatuan Rakyat (Pekat) demo di Kejati Sulsel menuntut pelaku penganiayaan terhadap Djuli Mambaya ditahan

Online24, Makassar – Ratusan orang datangi gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Selasa (14/11/2017). Ratusan orang yang mengatasnamakan Pembela Kesatuan Rakyat (Pekat) ini meminta Kejati agar transparan terhadap pelaku penganiayaan terhadap Djuly Mambaya, yakni Jhon Ronde Manganton, untuk segera ditahan.

“Berdayakan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan, berkas penganiayaan tersebut sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Toraja. Namun berkas tersebut dikembalikan dengan alasan bekas tidak lengkap,” koordinator aksi, Luter. “Hal tersebut sangat mencederai proses hukum yang berlaku.”

“Hingga saat ini pelaku masih bebas berkeliaran padahal saksi mata yang melihat kejadian sangat banyak karena dilakukan di depan para Jemaat Gereja. Bahkah Kapolsek ikut melerai penganiayaan tersebut. Saksi mata dan bukti yang sangat jelas dan terang banderang tersebut dimentahkan kembali oleh surat yang dikeluarkan Keiari Tana Toraja,” imbuhnya.

Berdasarkan semua itu, pihaknya mendesak Polda dan Kejati Sulsel untuk segera menahan Jhon Ronde. Menurut mereka, akan sangat berbahaya bagi keselamatan korban dan keluarganya.

Sebab, menurut mereka, Jhon Ronde, sering melakukan aksi main hakim sendiri.

“Kami juga mendesak agar Kejati Sulsel untuk mengawal kasus ini. Karena pihak Kejari Tana Toraja terkesan tidak serius menangani kasus ini. Ada juga indikasi mengaburkan masalah dengan mengembalikan berkas perkara yang sebenarnya sudah layak dilimpahkan ke pengadilan,” seru Luter di halaman kantor Kejati Sulsel.

“Usut tuntas aparat penegak hukum yang sengaja memperlambat kasus ini. Indikasi ini sangat kuat karena hingga saat ini pelaku penganiayaan masih bebas berkeliaran dan masih menunjukan arogansinya kepada korban,” pungkasnya.

Aksi unjuk rasa tersebut sempat memanas karena massa memaksa masuk hingga halaman kantor Kejati. Namun unjuk rasa ini berjalan kondusif setelah pihak Kejati memberikan penjelasan kepada mereka.

Djuli Mambaya adalah pria keturunan Toraja yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua. Sejak awal 2017, ia menyatakan akan maju pada Pilgub Sulsel 2018. Ia pun mulai menyebar posternya, khususunya di sekitaran Jalan Perintis Kemerdekaan.

Djuli merupakan perintis Toraja Nasional Art Festival yang tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk lomba Buffalo Painting (melukis di tubuh kerbau) para tahun 2016.(*)