Talent Scouting PSM U-19 Tuai Kritikan

Reporter :
Editor : ifan Ahmad

Online24, Makassar – PSM Makassar diminta tidak mengandalkan seleksi pemain dengan pola talent scouting. Manajemen PSM diminta mempertimbangkan keberadaan klub binaan atau pembinaan usia dini untuk merekrut pemain muda, ketimbang hanya mengandalkan pola tersebut.

Langkah menghadirkan klub binaan atau pembinaan usia dini dianggap lebih produktif dan bersifat jangka panjang jika dibandingkan dengan melakukan seleksi pemain muda U-19 yang bersifat praktis seperti yang dilakukan manajemen saat ini.

Diketahui, PSM saat ini kembali melakukan talent scouting di lima daerah berbeda untuk mencari bakat pemain muda. Lima daerah tersebut yakni Maluku (Tulehu, 25-26 November), Nusa Tenggara Timur (Kupang, 25-26 November), Sulawesi Tenggara (Kendari, 25-26 November), Sulawesi Barat (Mamuju, 1-3 Desember), dan Sulawesi Selatan (Makassar, 9-10 Desember).

“Seleksi ini memang langkah paling cepat untuk mendapatkan pemain muda. Tapi untuk saat ini, PSM sudah seharusnya mempertimbangkan untuk menghadirkan pembinaan usia muda atau paling tidak kehadiran klub binaan,” kata mantan penasehat teknis PSM, Abdi Tunggal.

Abdi memang tak terlalu setuju jika PSMĀ  mengandalkan seleksi untuk mendapatkan pemain muda. Apalagi hasil buruk yang dituai PSM U-19 lalu. Salah satu akar kegagalan tersebut, dinilai karena seleksi yang dilakukan tidak serius dan persiapan yang terlalu mepet.

“Kalau saya lihat, waktunya juga sangat singkat. Apakah kita bisa lihat kualitas pemain dengan waktu sempit seperti itu? Kalau memang harus dilakukan yah artinya harus serius jangan asal pilih,” ujar Abdi.

Media Officer PSM, Andi Widya Syadzwina, menjelaskan bahwa proses seleksi ini akan dilakukan langsung oleh tim kepelatihan. Mereka, lanjutnya akan langsung turun ke beberapa daerah di wilayah Indonesia Timur.

“Tim pelatih nantinya dibantu oleh panitia lokal di daerah yang menjadi tujuan digelarnya seleksi pemain,” tambahnya.