Stok Elpiji 3 Kg Aman, Pertamina Minta Agen Tidak ‘Nakal’

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Warga Mengantri Demi Tabung Gas 3 Kg. (Foto:Ade/online24)
Warga Mengantri Demi Tabung Gas 3 Kg. (Foto:Ade/online24)

Online24, Makassar – Kelangkaan tabung gas LPG 3 kg, yang kini mulai dirasakan sebagian masyarakat Kota Makassar, diduga akibat terbatasnya stok. Dampak inilah yang paling dirasakan oleh masyarakat ekonomi menengah ke bawah dan usaha mikro. 

Menanggapi kelangkaan tabung melon tersebut, Hermansyah Y Nasroen, selaku Area Manager Communication & Relations Sulawesi-Pertamina Marketing Operation Region VII, mengungkapkan bahwa stok tabung gas LPG 3 kg masih aman. 

Hanya saja, Hermansyah menghimbau kepada masyarakat ekonomi menengah atas, agar lebih bijak saat memilih ukuran tabung gas, sebab pemerintah dan Pertamina kini telah menyediakan tabung pink berukuran 5,5 kg. 

Karena seperti diketahui sebelumnya, tabung melon disubsidikan pemerintah untuk masyarakat yang kurang mampu dan para usaha mikro.

“Kalau stok LPG aman mas. Namun, LPG 3 Kg ini kan LPG bersubsidi sehingga ada kuotanya. Nah kami menghimbau kepada masyarakat yang seharusnya tidak menggunakan LPG bersubsidi agar kembali menggunakan LPG non subsidi. Pertamina menyediakan beberapa pilihan LPG non subsidi yaitu dalam kemasan 12 Kg dan 5,5 Kg,” ungkap Hermansyah kepada online24jam.com, Rabu (15/11/2017).

“Hal ini juga termasuk bagi para usaha-usaha yang menggunakan LPG dalam usahanya. Apabila tidak termasuk usaha mikro agar menggunakan LPG non subsidi,” tambahnya.

Selain itu, ia berharap agar masyarakat lebih cerdas memilih dan menyesuaikan dengan kebutuhannya, sehingga tidak ada yang saling merugikan.

“Kan sekarang sepertinya siapa saja bisa menggunakan Elpiji 3 kg. Makanya kami selalu ingatkan untuk yang seharusnya (masyarakat menengah atas) tidak menggunakan LPG bersubsidi, untuk kembali menggunakan LPG non subsidi,” harapnya.

Sementara, untuk agen yang kedapatan melakukan kecurangan seperti melakukan penyimpangan ataupun menimbun gas, sehingga merugikan masyarakat. Kata Hermansyah, pihaknya tidak segan-segan akan memberikan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kalau ada agen yang melakukan hal seperti bisa dilaporkan kepada kami. Tentunya kami akan beri tindakan tegas kepada agen yang melakukan penimbunan stok,” tegasnya.