SYL Minta Jangan Ada Korupsi di Pembangunan Bendungan Pammukkulu

Editor : Fahmi
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo

Online24, Takalar – Pembangunan Bendungan Pammukkulu yang berlokasi di Desa Kale Ko’ mara, Kecamatan Polongbangkeng Utara akhirnya terwujud. Setelah pihak penyedia jasa konstruksi dengan konsultan supervisi melakukan penandatanganan pembangunan bendungan Pammukkulu disaksikan langsung Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo di ruang Pola Kantor Bupati Takalar, ┬áRabu (15/11/2017).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menyampaikan bahwa penandatanganan kontrak ini merupakan awal mewujudkan pembangunan Bendungan Pammukkulu, yang telah cukup lama menjadi harapan masyarakat Takalar. SYL berharap, Pemerintah Kabupaten Takalar dapat bekerja dengan baik, khususnya dalam mengawal progres pembangunan Bendungan Pammukkulu.

“Lahan warga yang dibebaskan harus diganti untung. Jangan ada sogok-sogok, pungli, korupsi,” pinta Syahrul.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Iskandar, MT mengatakan lokasi bendungan di Desa Kale Ko’ mara Kecamatan memiliki daya tampung 82,7 juta meter kubik.

“Pammukkulu ini akan menjadi waduk terbesar ketiga di Sulsel setelah Bili-bili dan Passeloreng,” ungkap Iskandar.

Secara manfaat, kata Iskandar, bendungan ini akan mengairi irigasi seluas 6.430 hektare. Selain itu, juga bisa memberikan daya PLTA 25 MW, mengendalikan banjir 430 meter kubik per detik, dan menyediakan air baku.

Sebagai penyedia jasa, pekerjaan Bendungan Pammukkulu dibagi dua kegiatan. Paket pertama akan dikerjakan PT Wijaya Karya dengan nilai kontrak Rp 852 miliar lebih, dan paket dua dikerjakan PT Nindya Karya dengan kontrak Rp 842 miliar lebih dengan total anggaran sebesar Rp 1, 7 Trilyun.

“Untuk anggaran supervisi nilai kontraknya Rp 53 miliar pengerjaan Bendungan Pammukkulu dilakukan setelah mendapat persetujuan multiyears dari Kementrian Keuangan pada Oktober lalu. Totalnya mencapai Rp 1,7 trilyun sedangkan tanah yang harus dibebaskan untuk pengerjaan bendungan ini sekitar 640 hektare,” urainya.