Cicu atau Aru, Dua Nama Pasangan Ideal Untuk Munafri Arifuddin Maju di Pilwali

Reporter :
Editor : Lucky
Munafri Arifuddin
Munafri Arifuddin

Online24, Makassar – CEO PT PSM, Munafri Arifuddin, akan maju di Pilwali Makassar 2018 mendatang. Menantu dari pendiri Bosowa Grup, Aksa Mahmud, ini telah mendapatkan penegasan dukungan dari Partai Golkar.

Walaupun demikian, untuk bisa mendaftar ke KPU sebagai peserta Pilwakot Makassar 2018, Appi, sapaan untuk CEO PT PSM, harus mencari partai koalisi. Pasalnya, Partai Golkar masih kekurangan satu kursi.

Santer dikabarkan Partai Golkar akan berkoalisi dengan Partai Nasdem, sama dengan koalisi di Pilgub Sulsel.

Selain mencari partai koalisi, Appi juga mulai mencari calon pendamping yang ideal baginya. Soal pendamping, Golkar menyerahkan kepada Appi.

Bagaiman pendamping ideal untuk Appi menantang calon incumbent di pilwali 2018 mendatang?

Pengamat politik dari Universitas Bosowa (Unibos), Arief Wicaksono, angkat bicara. Menurutnya, bagi setiap figur yang akan dipasangkan dengan Munafri Arifuddin, tentu punya pertimbangan sendiri.

“Pertimbangan itu mulai dari soal basis massa, chemistry, komunikasi politik, dukungan parpol, sampai ke soal hitung-hitungan angka survey,” tuturnya kepada Online24 jam.com, Senin (20/11/2017).

Lebih lanjut, Arief menawarkan dua kandidat yang memiliki potensi kemenangan yakni, Andi Racmatika Dewi dan Farouk M Betta (Aru).

“Bagi Pak Munafri, sebaiknya semua hal dihitung dengan cermat, karena keduanya, baik Rachmatika Dewi (Cicu) atau Pak Aru, sama-sama punya faktor pendukung yang baik. Bu Cicu punya basis massa yang jelas, termasuk dalam gerbong Pak IAS, posisinya sekarang adalah wakil ketua DPRD Propinsi dari Nasdem dan telah sejak lama mensosialisasikan diri maju di pilwalkot Makassar. Sedangkan, Farouk M Betta adalah politisi senior Golkar yang sekarang berposisi sebagai ketua DPRD Kota Makassar,” jelasnya.

“Dalam konteks yang lain, misalnya konteks koalisi Golkar-Nasdem, jika Golkar memberikan kepercayaan kepada Pak Munafri, tentu sebagai partai pasti akan menawarkan kadernya sebagai calon wakil, demikian pula dengan Nasdem. Tinggal ditimbang-timbang saja sebenarnya, mana yang punya hitungan mensupport suara Pak Munafri dan menang lebih banyak,” tambahnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Unhas, Aswar Hasan, mengatakan jika Appi mau maju melawan incumbent maka harus memilih pasangan yang tepat.

“Dia harus cari pendamping yang menguatkan posisinya sebagai penantang. Untuk itu perlu survei simulasi pasangan karena lawannya Danny Pomanto masih terlalu kuat untuk ditumbangkan,” tuturnya.

Selain itu, Aswar Hasan menilai jika head to head terjadi itu bisa menguntungkan calon petahana.

“Calon petahana masih kuat, apalagi didukung dengan birokrasi dan popularitas yang dimiliki ini akan menjadi hal yang sulit bagi calon penantang,” ujarnya.

Aswar Hasan mengutarakan kelemahan calon petahana yakni ada pada partai politik.

“Dua partai pendonggkrak yakni Golkar dan Nasdem yang memiliki kursi yang besar dan massa yang kuat tidak mendukung calon petahana, ini bisa menjadi modal buat Appi-Cicu yang didukung oleh dua melawan petahana yang kelihatannya akan maju jalur perseorangan,” tuturnya.(*)

[fbcomments]