Majelis Hakim Diminta Abaikan Keterangan Saksi Meringankan Tiga Terdakwa Kasus Buloa

Reporter :
Editor : Lucky
Sidang kasus Buloa yang mendengarkan keterangan saksi
Sidang kasus Buloa yang mendengarkan keterangan saksi

Online24, Makassar – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, kasus dugaan tindak pidana korupsi atas penyewaan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan tallo, Makassar, diminta untuk mengabaikan keterangan saksi a de charge atau meringankan yang diajukan oleh tiga terdakwa, Muhammad Sabri, Rusdin, dan Andi Jayanti, pada sidang yang bergulir di ruang sidang Bagir Manan PN Makassar, Selasa (21/11/2017)

Hal ini disampaikan oleh Wakil Direktur ACC Sulawesi, Abdul Kadir Wokanubun. Ia menganggap bahwa tiga terdakwa yang menghadirkan Prof Said Karim sebagai Ahli Pidana untuk meringankan pidana tiga terdakwa tidaklah sesuai dengan kapasitas saksi yang juga merupakan seorang akademisi.

“Seorang pendidik jangan sampai terjebak dalam kepentingan para terduga korupsi hanya karena dibayar mahal untuk menjadi ahli dengan dalih profesionalisme,” tutur Kadir

Guru Besar Universitas Hasanuddin ini diminta untuk bisa membedakan antara kepentingan mengungkap kebenaran dalam sebuah kasus. Bukan justru sebaliknya yang terkesan mencari pembenaran seorang terdakwa korupsi.

“Karena bagi saya akademisi adalah profesi yang sangat terhormat sehingga harus dapat memilah siapa, bagaimana posisi kasus yang akan dia nilai dalam kapasitas keilmuannya,” tambahnya

Sementara itu, Prof Said Karim dalam persidangan mengungkapkan pendapatnya bahwa tiga terdakwa tidak semestinya dijerat dalam kasus dugaan korupsi penyewaan lahan negara. Salah satu yang menjadi pertimbangan Prof Said menyatakan hal tersebut karena dimenangkannya Gugatan Perdata oleh Rusdin dan Jayanti dalam melawan PT Pelindo dan PT PP.

“Bagaimana mungkin tiga terdakwa dijerat kasus korupsi sementara pada gugatan perdata menyatakan bahwa hak garap dinyatakan sah, sehingga menurut pendapat saya tidak ada tindak pidana dalam kasus ini,” tukas Prof Said.(*)