Bobol ATM, Dua WNA Asal Turki Terancam Hukuman 14 Bulan Penjara

Editor : Lucky
Ismail Yau dan Haerullah Zaeran

Online24, Makassar – Dua warga negara asing (WNA) asal Turki, Ismail Yau dan Haerullah Zaeran, dituntut hukuman 14 bulan atau 1 tahun dan 2 bulan penjara atas kasus tindak pencurian dengan pemberatan (curat) di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (21/11/2017)

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Bayu Murti, dalam berkas tuntutannya meminta kepada Majelis Hakim untuk menghukum dan menyatakan dua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencurian berat dengan cara membobol ATM Mandiri Syariah di Jalan Pengayoman, Makassar.

“Kedua terdakwa dijerat pasal 364 kuhap yakni tindak pidana pencurian berat dan subsider pasal 46 Undang-undang ITE,” ujar Bayu kepada online24jam.com sesaat sebelum sidang dimulai.

Selanjutnya, Bayu berdasarkan surat dakwaan menjelaskan bahwa kedua terdakwa berhasil ditangkap pihak kepolisian setelah dilakukan pengintaian. Kedua terdakwa diduga dengan sengaja melakukan pencurian dengan cara membobol atm dengan menggunakan scanner serta memasang cctv di sebuah atm di jalan pengayoman, Makassar

Setelah berhasil merekam aktivitas pengguna atm Mandiri Syariah, kedua terdakwa kemudian membobol rekening milik pengguna ATM dengan menggunakan scanner dan kartu ATM palsu yang dibuat.

Dari tangan terdakwa berhasil diamankan uang tunai sebesar Rp 50 juta dan bukti berupa alat-alat yang diduga digunakan terdakwa melancarkan aksinya beserta paspor milik kedua terdakwa.

Usai mendengar tuntutan Jaksa Penuntut Umum, kedua terdakwa dipersilahkan membuat surat pembelaan atau pledoi bersama Kuasa Hukumnya, untuk dibacakan pada persidangan selanjutnya.(*)