Gadis Korban Penikaman Masih Kritis, Perusahaan Leasing Janji Bantu Dana

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Online24, Makassar – AR, gadis 16 tahun yang menjadi korban penikaman seorang debt collector yang bekerja di perusahaan leasing atau pembiayaan sepeda motor WOM Finance, Rio Kurnia Putra Mambe (27), hingga Jumat (24/11/2017) ini, masih harus tergolek lemah di Ruang ICU, RS Plamonia, Makassar.

Menurut kakak kandung korban, Agum Saputra, adiknya mengalami luka tusukan sebanyak tujuh kali yang dilancarkan pelaku dengan pisau dapur di rumah korban, Jalan Sungai Poso Lorong 60, Makassar, Rabu (22/11/2017) malam lalu.

“Pelaku menusuk enam kali di leher dan sekali di lidah. Mengira adik saya sudah tidak bernyawa, dia lalu kabur melalui pintu belakang,” ucapnya saat memberi keterangan pers bersama perwakilan WOM Finance di bilangan Jalan Boulevard, Jumat (22/11/2017) petang.

Beruntung, meski sudah bersimbah darah, AR masih mampu meminta pertolongan. “Dia menuju ke teras lantai dua dan berteriak minta tolong. Awalnya tetangga takut masuk, setelah datang adik saya, dia ditemukan penuh darah dan langsung dilarikan ke rumah sakit,” bebernya.

Sejak dilarikan ke rumah sakit, AR terus mengalami pendarahan hebat hingga saat ini. “Malam itu juga dia dioperasi. Sejak di rumah sakit, sudah dua kantong darah habis. Dia masih butuh, karena terus mengalami pendarahan,” ucapnya.

Meski demikian, Agum sekeluarga merasa sedikit lega. Pasalnya, Kepala Cabang WOM Finance Makassar Leavi Hardian, berempati dan mau memberi bantuan dana terhadap musibah yang menimpah konsumennya itu. Pelaku sendiri diketahui adalah collector dari Swapro, vendor penyedia jasa bagi WOM Finance.

“Tadi kami sudah ketemu WOM Finance sebelum kesini. Mereka ada itikad baik untuk memberikan sumbangan dana dan pengobatan. Mudah-mudahan sampai sehat,” aku Agum.

Pada kesempatan itu, mewakili WOM Finance, Leavi mengaku sudah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban, khususnya dan warga Sulsel pada umumnya. Ia berjanji akan memberi bantuan dana.

“Alhamdulillah kami sudah ketemu ibu dan kakak korban. Hanya korban belum ingin ditemui karena masih dalam perawatan intensif. Jadi kami hanya ketemu keluarganya di Polsek Makassar,” ujar Leavi.

Pihaknya sendiri mengutuk kelakuan Rio dan juga akan melakukan evaluasi terhadap kerjasama pihaknya dengan vendor Swapro.

“Kami tentu mengutuk kejadian ini. Perbuatan pelaku murni karena pribadinya. Untuk proses hukumnya sendiri kita serahkan ke pihak kepolisian. Biarkan proses hukumnya berjalan, kita menghormati sama-sama,” tambahnya.

Diketahui, kejadian nahas menimpa AR saat dikunjungi Rio bersama satu rekannya yang masih berstatus saksi untuk menarik motor Agum yang menunggak tiga bulan. Saat itu, AR yang menerima kedatangan Rio baru saja selesai mandi dan hanya mengenakan handuk.

Meski sudah mendapatkan kunci motor pelaku, Rio yang melihat AR hanya mengenakan handuk lalu berniat untuk menyetubuhi korban.

AR yang melakukan perlawanan, dibalas Rio dengan tikaman pisau dapur ke leher dan lidahnya. Rio yang sempat melarikan diri, akhirnya diringkus aparat dan kini sudah mendekam di Polsek Makassar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.