Ini Penyebab Kakak Korban Penikaman Tunggak Pembayaran Cicilan Motor

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Online24, Makassar – Membeli barang dengan cara dikredit atau dicicil memang memudahkan konsumen. Namun, jika menunggak dalam rentang waktu tertentu, risikonya barang yang dikredit tersebut harus direlakan ditarik perusahaan leasing atau pembiayaan terkait.

Seperti yang menimpa Agum Saputra. Mahasiswa di salah kampus di Kota Makassar ini, harus berurusan dengan debt collector karena tiga bulan pembayaran motor metik Yamaha Fino miliknya menunggak.

Nahasnya lagi, adik perempuannya AR (16), siswi yang masih duduk di bangku SMK, jadi korban nafsu birahi saat sang debt collector dari vendor penyedia jasa Swapro, Rio Kurnia Putra Mambe (27), warga Perumahan Pattalassang Indah, Gowa, datang tujuan mengambil motor Agum.

Ditemui di bilangan Jalan Boulevard, Makassar, Jumat (24/11/2017) petang, Agum menjelaskan penyebab pembayaran motornya yang sudah berjalan 14 bulan itu menunggak. Motor itu ia kredit melalui WOM Finance.

“Sebelumnya, pembayaran cicilan motor saya lancar. Tapi karena ini kebetulan adek saya masuh rumah sakit, uangnya dilarikan ke adek saya yang sakit,” ungkap Agum.

Pada hari kejadian, Agum sendiri sudah bersepakat akan menyerahkan motornya kepada WOM Finance saat hari kejadian, Rabu (24/11/2017) lalu. “Kita semua shock. Kita juga tidak nyangka, karena kita sudah menyerahkan kunci. Sudah ada kesepakatan dengan pihak WOM sebelum kejadian,” ujarnya.

Rio dan satu rekannya dua kali mengunjungi rumah korban di Jalan Sungai Poso, Makassar hari itu. “Jadi waktu pertama mereka datang, adik saya ditemani keluarga saya pukul 15.10 WITA. Adik saya lalu menghubungi keluarga saya dan setelah itu saya juga ditelfon karena kunci motor ada disaya,” paparnya.

Pelaku kemudian meminta Agum janjian bertemu di jalan. “Jadi saya bilang, saya tidak bisa datang kalau dipaksa karena saya juga ada urusan penting. Jadi saya kirim lewat Grab kunci itu ke rumah,” lanjutnya.

Sekitar pukul 17.30 WITA, Agum mengatakan jika kunci motornya sudah sampai dibawa ojek online di rumahnya. Namun nahasnya, timbul niat jahat dibenak pelaku saat melihat AR, yang hanya sendirian dan baru saja selesai mandi di lantai dua di rumahnya.

“Kejadiannya, sebelum Isya adik saya sudah minta tolong. Pelaku yang mengira adik saya sudah tak bernyawa kabur. Adik saya dengan sekuat tenaga menuju ke teras lantai dua rumah dan meminta tolong,” teranganya.

Keluarga Agum bersama tetangga yang mendapati AR bersimbah darah lalu membawanya ke RS Pelamonia. “Menurut dokter, adik saya mengalami tujuh tusukan. Enam kali di leher dan sekali di lidah. Saat ini ia masih mengalami pendarahan,” tambahnya.