Menristek Dikti Minta Rumah Sakit PTN Tidak Hanya Libatkan Fakultas Kedokteran

Reporter :
Editor : Lucky
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Muhammad Nasir memberikan sambutan saat menghadiri Rapat Perdana Asosiasi Rumah Sakit PTN (ARSPTN) di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Kamis (30/11/2017).
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, Muhammad Nasir memberikan sambutan saat menghadiri Rapat Perdana Asosiasi Rumah Sakit PTN (ARSPTN) di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Kamis (30/11/2017).

Online24, Makassar – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Prof Muhammad Nasir PhD Ak, meminta seluruh rumah sakit Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tidak hanya melibatkan Fakultas Kedokteran sebagai sumber daya utama penyuplai layanan kesehatan.

Hal ini disampaikan Menristekdikti saat ditemui usai menghadiri rapat perdana Asosiasi Rumah Sakit PTN (ARSPTN) di Ruang Pertemuan, Rumah Sakit Pendidikan Unhas, Tamalanrea, Kamis (30/11/2017).

Menurutnya, pengelolaan rumah sakit PTN ke depan harus dikelola secara baik. “Yaitu secara governance, dengan transparansi, fairness, accountability, dan responsibilty. Dengan hal ini harapan kami bisa meningkatkan pelayanan lebih baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rumah sakit PTN punya dua tugas yakni pelayanan kepada masyarakat dan pendidikan. Berbeda dari rumah sakit yang tidak bekerjasama dengan universitas, rumah sakit PTN harus didukung penuh terutama pelayanan pendidikannya.

“Yang pendidikan mari kita dukung penuh. Apa yang harus kita selesaikan, menyelesaikan pembelajaran bagi dokter yang sedang praktek atau coass, atau residence atau dokter lain yang akan meningkatkan pendidikannya,” paparnya.

Selain itu, kata dia, tugas selanjutnya adalah mengembangkan penelitian dan inovasi ke depan terhadap perkembangan dunia kesehatan. “Ini menjadi sangat penting. Oleh karena itu layanan inilah jadi ukuran pertama,” tegasnya.

Ditambahkannya, rumah sakit PTN juga harus dikelola dengan benar dan mandiri. Pengelolaan rumah sakit PTN menurutnya berbeda dengan mengelola universitas maupun fakultas.

“Karena rumah sakit adalah korporasi yang dikelola secara mandiri agar mereka bergerak lebih baik karena berbeda sistem bisnisnya atau sistem layanan dibandingkan dengan pendidikan tingginya. Katakanlah dengan fakultas,” urainya.

Menristekdikti mengakui penanggung jawab beberapa rumah sakit PTN masih di pegang fakultas terutama fakultas kedokteran. Ke depan, pemerintah akan menugaskan rektor dari setiap PTN bertanggung jawab langsung dalam pengambilan kebijakan rumah sakit.

“Ke depan saya dorong tanggung jawabnya langsung ke rektor. Masalahnya seperti di fakultas, kebijakan-kebijakannya jadi panjang dan biasanya berbeda dengan di tingkat universitas. Kita harus pangkas birokrasinya,” bebernya.

Meski fakultas kedokteran yang paling banyak dilibatkan sebagai sumber daya utama rumah sakit PTN, namun pihaknya meminta fakultas lain juga turut dilibatkan.

“Misalnya mechanical engineering dari fakultas teknik, laporan keuangan dari fakultas ekonomi tau yang lainnya. Rumah sakit haris terintegrasi antara fakultas, dan universitas,” pungkas Mohamad Nasir.(*)