Ini Percakapan Terakhir Karmila dengan Temannya Sebelum Ditemukan Tewas

Reporter :
Editor : Lucky
Kamila (kiri) semasa hidup
Kamila (kiri) semasa hidup

Online24, Makassar – Nasib naas yang menimpa Karmila (19), mahasiswi semester 3 UIN Alauddin Makassar, Jurusan Perbandingan Mazhab dan Hukum. Ia ditemukan tewas di rumahnya, Selasa pagi tadi.

Kepergian mahasiswi asal Jeneponto ini meninnggalkan duka mendalam bagi kerabat dan teman-temannya di UKM Seni Bela Diri Taekwondo. Hal ini disampaikan oleh Yuni Sasmita, salah seorang teman dekat Karmila.

Baca juga: Mahasiswi UIN Ditemukan Tewas di Dapur, Dia Anggota UKM Taekwondo

Kepada online24jam.com, Yuni mengaku sempat menginap di rumah Karmila di Jalan HM Yasin Limpo, Rabu (29/11/2017) lalu. Namun pada hari Kamis pagi, Karmila pamit hendak pulang kampung ke Jeneponto.

“Terakhir sama-sama saat saya nginap di rumahnya. Tapi paginya dia bilang mau pulang kampung. Sempat ka menawarkan diri untuk ikut, tapi dia bilang kapan-kapanpi, karena ada yang temani,” ujar Yuni melalui sambungan telepon, Selasa (5/12/2017) sore.

Percakapan terakhir Karmila tak hanya sampai di situ saja. Sebelum ditemukan tak bernyawa, teman-teman Karmila melalui group WA sempat mengajak anggota Taekwondo ini untuk mengikuti kegiatan galang dana. Tapi, ajakan itu ditolak oleh Karmila dengan alasan masih dalam perjalanan pulang dari kampung halamannya.

“Malam Senin kita ajak dia ikut galang dana, tapi dia bilang. ‘Masih dijalan ka’,” urai Yuni lagi.

Dimata rekan-rekannya, Karmila dikenal sosok yang ceria dan sangat baik hati. Mahasiswi yang terdaftar sebagai anggota Taekwondo UIN Alauddin sejak Maret 2017 ini bahkan menceritakan kepada teman-temannya bahwa ia bercita-cita menjadi seorang Polwan atau abdi negara.

Yuni sebagai salah seorang teman dekat Karmila merasa sangat kehilangan. Menurut Yuni, Mila sejauh ini dikenal tak pernah memiliki musuh ataupun masalah dengan orang lain. Ia bahkan sudah hidup mandiri, dengan menempati rumah keluarganya selama menjalani kuliah di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

“Itu rumah keluarganya, tantenya sudah lama di Kalimantan, makanya saya sering ke rumah nginap karena tinggal sendiri ki. Kita semua merasa sangat kehilangan sosok dia yang ceria dan sangat baik,” tambahnya.

Karmila ditemukan ditemukan tewas di rumahnya, Jalan M Yasin Limpo, Kelurahan Romangpolong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Selasa (6/12/2017) pagi sekitar pukul 07.30 Wita.

Ia ditemukan dalam keadaan tertelungkup di tempat cuci piring, samping dapur. Saat itu, korban hanya menggunakan baju dan celana dalam. Di tubuh korban terdapat lebam atau memar pada lengan bagian kiri.(*)