Idris Manggabarani Sebut Gerindra Berpeluang Tinggalkan Prof Andalan

Reporter :
Editor : Lucky
Ketua DPD Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani. (Foto: Fitrah/ Online24)
Ketua DPD Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani. (Foto: Fitrah/ Online24)

Online24, Makassar – Pasangan bakal calon gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (NA-ASS) akhir-akhir ini kencang diterpa isu bakal ditinggalkan salah satu partai pengusungnya, Partai Gerindra.

Penyebabnya tidak lain adalah pertemuan kandidat lainnya, Agus Arifin Nu’mang, dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto di Jakarta untuk membicarakan peluangnya maju di Pilgub Sulsel 2018 beberapa waktu lalu.

Bahkan, Ketua DPW Gerindra Sulsel, Idris Manggabarani, pun tak menampik soal peluang partainya mengalihkan usungan dari pasangan dengan tagline Prof Andalan itu. Idris mengatakan AAN lebih intens melakukan komunikasi dibanding NA.

“Yang intens komunikasi adalah pak AAN, saya kira yang sangat dekat dengan Partai Gerindra adalah Pak AAN. Jadi nda ada masalah untuk memungkinkan pindah ke kandidat lain apabila memang Gerindra tidak diakomodir baik oleh kandidat ini,” ungkap Idris, Rabu (6/12/2017).

Terutama, kata Idris, adalah kebulatan tekad Bupati Bantaeng itu untuk memenangkan Prabowo pada Pilpres 2019.

“Oleh karenanya Gerindra memberikan masukan kepada Prof NA-ASS untuk setiap atau atribut sosialisasi harus ada melekat atribut Gerindra dan Prabowo karena Gerindra bertujuan dan harga mati Prabowo presiden,” kata Idris.

“Oleh karenanya, kita minta calon ini bersikap secara proporsional mendukung Prabowo sebagai Presiden,” tambahnya.

Hanya saja, pihaknya masih memberi tenggat waktu kepada NA untuk memperbaiki komunikasinya dengan DPP Gerindra. “Apabila dalam waktu dekat tidak teralisasi maka akan jadi pertimbangan kami yang besar bahwa kami akan berlabuh di tempat yang lain.” tambahnya.(*)