Polsek Mamajang Ringkus 4 Perempuan Komplotan Pencurian dengan Modus Hipnotis

Reporter :
Editor : Lucky
Pelaku penipuan dan pencurian dengan modus hipnotis
Pelaku penipuan dan pencurian dengan modus hipnotis

Online24, Makassar – Tindak kejahatan dengan modus hipnotis kembali terjadi. Kini, seorang ibu rumah tangga, Elly Lengkey (55), warga Baji Bicara, Makassar, Selasa (5/12/2017) sekitar pukul 09.30 Wita.

Kapolsek Mamajang, Kompol Christian, mengungkapkan bahwa dalam aksi penipuan ini setidaknya dilakukan oleh lima orang dengan menjalankan peran yang berbeda. Kelima pelaku masing-masing Sarinah alias Ali (37), Cerry Clesia alias Tesia (35), Arna Kristian alias Arna (50), Arvhina Mellenia (24), dan seorang pria Liem Thensing alias Andi (37).

“Benar, kami mengamankan empat perempuan dan satu laki-laki komplotan pelaku pencurian dengna modus hipnotis. Kelimanya memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksinya,” ucap Kapolsek Mamajang, Kompol Christian, Kamis (7/12/2017).

Saat itu, Elly dalam perjalanan menuju Pasar Terong. Tiba-tiba, dia didatangi seorang Sarinah yang berpura-pura menanyakan lokasi penjual jahe merah.

“Awalnya pelaku Sarinah bertanya, ‘Dimana itu penjual jahe merah?’ Korban menjawab, ‘Di Pasar Terong’,” ungkap Christian.

Sarinah mengatakan ada keluarganya yang sakit dan meminta tolong kepada Ely untuk diantar ke rumah orang pintar yang bisa mengobati orang sakit. Karena merasa prihatin, korban menyetujuinya. Pelaku mengajak korban untuk naik di atas mobilnya yang dikemudikan oleh Liem Thensing.

“Jadi di sini Liem Thensing berperan sebagai sopir yang mengantar korban menuju rumahnya di Jalan Baji Bicara. Di dalam mobil itu juga ada pelaku lainnya, yakni Arna,” lanjut Christian.

Lebih jauh, kata Christian, setelah sampai di depan lorong rumah korban, Arna kemudian memintanya untuk pergi ke rumah mengambil beras, emas, dan uang. Saat itu, Ely sudah dalam penguasaan dihipnotis.

Arma mengatakan bahwa benda yang diminta itu untuk menghindari musibah kematian yang akan datang kepada anak bungsu korban. Langsung saja korban menyetujui permintaan para pelaku tersebut.

“Korban mengambil barang yang diperintahkan lalu dibungkus dengan koran. Setelah mendapatkan barang yang diinginkan, pelaku menurunkan korban di lorong rumahnya lalu pergi,” ujar Cristian.

Setelah pelaku jauh, korban baru sadar telah menjadi korban perampokan dengan cara dihipnotis. Ia pun melaporkan nasib naasnya itu ke Polsek Mamajang.

Setelah laporan masuk, Polsek Mamajang kemudian mendatangi TKP dan langsung melakukan olah TKP dengan bantuan rekaman CCTV milik warga sekitar. Dari hasil rekaman CCTV kendaraan yang digunakan oleh pelaku akhirnya diketahui.

Tidak butuh waktu lama, Unit Opsnal langsung mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di Kabupaten Maros dan anggota kesatuan polisi langsung menuju ke Maros untuk dilakukan pengembangan dan menemukan lima pelaku yang berada di sebuah hotel di Maros.

Dari tangan para pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga kalung emas dengan total berat 17 gram, empat gelang emas seberat 21 gram, tujuh cincin emas seberat 14 gram, tiga mata kalung emas seberat 3 gram dan uang tunai sebesar Rp 4.700.000.

“Pemeriksaan terus kami lakukan terhadap para pelaku, barangkali ada tempat kejadian lain. Tidak menutup kemungkinan,para pelaku pernah melakukan kejahatan yang sama di tempat lain,” pungkas Christian.(*)