Terima 50 Laporan Korupsi, Kejati Hanya Naikan Dua Perkara ke Penyidikan

Reporter :
Editor : Lucky
Kasipenkum Kejati Sulsel, Salahuddin
Kasipenkum Kejati Sulsel, Salahuddin

Online24, Makassar – Sepanjang tahun 2017, Kejaksaan Tinggi Sulsel, telah menerima puluhan laporan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Kasipenkum Kejati, Salahuddin, mengatakan, sepanjang tahun ini Kejati telah menerima 50 laporan tindak pidana korupsi (tipikor). Namun sayangnya, Salahuddin enggan merilis kasus apa-apa saja yang diterima oleh Kejati.

Dari data yang dihimpun oleh Online24jam.com, sepanjang tahun 2017 ini, hanya ada dua perkara yang dinaikkan ke tahap penyidikan oleh Kejati Sulsel

Yang pertama adalah kasus dugaan salah bayar dalam proyek pembangunan Underpass Simpang lima bandara. Dan kasus yang kedua adalah kasus dugaan penyalahgunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulbar.

Kasus dugaan bayar dalam proyek pembangunan Underpass sendiri mulai ditangani sejak 3 April 2017. Kemudian pada bulan November, Kejati menaikkan status kasus tersebut ke tahap penyelidikan. Pasca dinaikkan statusnya ketahap pendidikan, pihak Kejati sudah melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi.

Sedangkan untuk kasus dugaan penyalahgunaan APBD Sulbar ditangani Kejati sejak bulan Agustus 2017. Hingga saat ini, Kejati telah menetapkan empat anggota DPRD Sulbar sebagai tersangka.

Salahuddin memilih enggan berkomentar saat ditanya terkait kendala yang dihadapi Kejati sehingga dalam tahun 2017 hanya dua laporan yang statusnya dinaikkan ke penyelidikan.

“Besok, saya rilis data-datanya,” pungkasnya.(*)