Hamas: Trump dan Benjamin Netanyahu adalah Pecundang

Editor : Lucky
Hamas ( Foto: int/israelnationalnews.com)
Hamas ( Foto: int/israelnationalnews.com)

Online24, Gaza – Keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel memicu reaksi dari berbagai pihak di seluruh dunia, termasuk faksi Hamas di Palestina.

Dikutip dari Independent.co.uk, Kamis (7/12/2017), Hamas mengatakan bahwa keputusan Trump tentang Yerusalem tidak akan mengubah fakta bahwa Yerusalem adalah tanah orang Muslim.

Lebih lanjut, Hamas menegaskan bahwa Yerusalem merupakan “garis merah” kota suci bagi tiga agama Yahudi, Islam dan Kristen. Pernyataan Hamas tersebut dengan tegas menyebutkan bahwa “Resistensi tidak akan membiarkan penodaan itu”.

“Keputusan Trump itu nekat. Waktu akan membuktikan bahwa Trump dan Benjamin Netanyahu adalah pecundang,” kata otoritas Hamas.

Sementara itu, pengumuman resmi Trump sekaligus bersamaan dengan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

“Hari ini, akhirnya kita mengakui hal yang jelas: bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Ini tidak lebih dari sekadar pengakuan akan realitas. Ini juga hal yang tepat untuk dilakukan. Ini hal yang harus dilakukan,” pidato Trump di Diplomatic Reception Room, Gedung Putih, Amerika Serikat.

Pengumuman Trump tentu melanggar kebijakan deklarasi PBB pada tahun 1948. Selama tujuh dekade itu, Amerika Serikat sendiri bersama dengan hampir seluruh negara lainnya di dunia, menolak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Namun, menurut Trump, kebijakan deklarasi penolakan tersebut hanya memperlambat perdamaian antara Israel dan Palestina. “Tidak mendekati kesepakatan damai antara Israel-Palestina”.(*/jaz)