Mendagri Meminta Agar Arahan Presiden Didengar dan Dilaksanakan

Editor : Endhy
Presiden Jokowi (foto: kemendagri.go.id)
Presiden Jokowi (foto: kemendagri.go.id)

Online24, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta para kepala daerah entah itu gubernur, walikota dan bupati, untuk mendengar dan melaksanakan semua arahan Presiden Jokowi. Presiden meminta, agar penganggaran itu harus fokus. Jangan kemudian hasilnya tidak jelas.

“Saya kira arahan Bapak Presiden didengarkan gubernur, bupati, walikota. Saya kira itu. Kami akan memonitor,” kata Tjahjo di Jakarta, Kamis (7/12), dikutip dari situs Kemendagri.

Menteri Tjahjo mewanti-wanti agar anggaran itu sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Jangan kemudian, digunakan misalnya oleh petahana untuk menunjang kepentingan politiknya. Karena acapkali, menjelang Pilkada, anggaran penunjang bagi kepala daerah membengkak. Terutama kepala daerah yang mau maju lagi.

“Nah kalau sudah dalam kepentingan Pilkada, indikasinya pembengkakan anggaran penunjang,” kata dia.

Prinsipnya kata Tjahjo, anggaran harus tepat sasaran. Jangan digunakan atau dihabiskan untuk keperluan yang mubazir. Ia contohkan, anggaran habis untuk rapat-rapat. Atau untuk perjalanan dinas.

“Ya untuk rapat diperbanyak. Kunjungan diperbanyak,” kata dia.

Petahana kata Tjahjo, silahkan maju lagi, karena itu memang hak politik yang dijamin UU. Tapi Tjahjo mengingatkan, petahana yang mau maju lagi dalam Pilkada, tak menggunakan uang rakyat untuk pemenangan. Apapun bentuknya.

“Silahkan maju lagi yang penting jangan memanfaatkan anggaran. Kalau petahana selama ini mampu mengalokasikan anggaran untuk masyarakat secara transparan, diaudit BPK bagus enggak masalah,” tuturnya.

Saat ditanya dalam sidang  kabinet, apakah ada arahan khusus dari Presiden Jokowi terkait Pilkada, Tjahjo menjawab tak ada arahan khusus. Tapi intinya kepala negara memerintahkan seluruh kementerian fokus menyelesaikan tugasnya. Walau pun akan memasuki tahun politik, fokus kerja tak boleh diabaikan.

Tjahjo mengungkap dalam sidang kabinet, ia sempat melaporkan kepada Presiden terkait tahapan-tahapan Pilkada. Selain dirinya, Kapolri juga ikut memberi laporan.

“Kapolri juga melaporkan area rawan Pilkada,mudah-mudahan bisa diantisipasi. Di Pilkada kita optimis kok akan berjalan sukses,” ujar Tjahjo.