Konferensi OKI, Turki: Dunia Harus Akui Yerusalem Sebagai Ibu Kota Palestina

Editor : Lucky
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu (foto: int/greekreporter)
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu (foto: int/greekreporter)

Online24, Istanbul – Pembukaan konferensi pertemuan negara-negara Islam (OKI) dibuka dengan seruan agar dunia mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina. Seruan ini sebagai respon perlawanan terhadap keputusan sepihak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap Yerusalem.

Dilansir dari Reuters, Rabu (13/12/2017), Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, saat menjelang puncak pertemuan mengatakan, negara Palestina harus diakui oleh semua bangsa.

“Kita semua harus berjuang bersama-sama. Kita harus mendorong bangsa-bangsa lain untuk mengenali negara Palestina berdasarkan perjanjian 1967 di mana Yerusalem Timur disebut sebagai ibu kotanya (Palestina),” kata Cavusoglu.

Yerusalem adalah masalah utama konflik antara Israel dan Palestina selama beberapa dekade. Masyarakat Yahudi , Kristen, dan Muslim mengagumkan Yerusalem sebagai situs tersuci. Di Islam, Yerusalem disebut sebagai situs tersuci ketiga.

Untuk itu, Turki mengundang para pemimpin Organisasi Kerjasama Islam di Istanbul untuk merumuskan langkah dukungan terhadap Palestina.(*)

[fbcomments]