Kejari Makassar Hasilkan 7 Perkara Tipikor di 2017

Reporter :
Editor : Lucky
Kasi Pidana Khusus, Kejari Makassar, Andi Helmi Adam
Kasi Pidana Khusus, Kejari Makassar, Andi Helmi Adam

Online24, Makassar – Penghujung tahun 2017 ini, Kejaksaan Negeri Makassar berhasil menindaki tujuh perkara tindak pidana korupsi. Dari tujuh perkara tersebut, empat diantaranya merupakan produk yang berhasil diselesaikan tahun ini dan tiga lainnya merupakan produk tunggakan yang belum sempat terselesaikan sejak tahun 2016 lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Dicky Rahardjo, tak menampik bahwa terjadi penurunan produk tipikor yang dihasilkan pada tahun ini. Hal tersebut disebabkan beberapa faktor, diantaranya ialah kurang laporan yang masuk ke pihak mereka, serta minimnya Anggaran khusus untuk tindak pidana korupsi.

“Selain karena anggaran yang terbatas, kami juga di tahun ini sangat sedikit menerima laporan mengenai tindak pidana korupsi, tapi bukan berarti kami tidak bekerja. Namun, perlu dipahami bahwa penindakan terhadap tindak pidana tentu harus melalui tahapan sesuai KUHP,” ujar Dicky.

Sementara itu, berdasarkan data yang dijabarkan oleh Kasi Pidana Khusus Kejari Makassar, Andi Helmi, menyebutkan bahwa tujuh perkara tipikor tersebut ialah Kasus Korupsi Dana LPDB Kementrian Koperasi oleh KSP Berkah Bahari, Kasus Korupsi Koperasi Berkah Bahari, Kasus Korupsi Dana LPDB Koperasi Usera, Kasus Korupsi Dana LPDB Koperasi Mega Mandiri, Kasus Pungli SMA Negeri 5 Makassar, Kasus Pungli SMA Negeri 1 Makassar, dan Kasus Korupsi Brosur Pemkot Dinas Kominfo Makassar.

Helmi selanjutnya menambahkan bahwa selama 2017 ini, Bidang tindak pidana khusus Kejari Makassar berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 4,6 miliar, yang terbagi atas uang pengganti kerugian negara dan hukuman denda bagi terpidana.

“Ini merupakan prestasi bagi kami di bidang tindak pidana khusus, utamanya kasus korupsi, kami berharap kedepannya bisa lebih baik, tentu dalam hal menyelamatkan keuangan negara,” ungkap Helmi.

Selain dari tujuh produk tipikor milik Kejari Makassar, bidang tindak pidana khusus juga menangani perkara yang berasal dari Kejati Sulsel sebanyak 10 perkara dan 2 perkara dari Polrestabes Makassar.(*)