Mobil Dirampas Debt Collector, Wanita Cantik Ini Lapor Polisi

Reporter :
Editor : Asri Muhammad
Yanti polisikan Debt Collektor saat ditemui di salah satu kafe di Jalan Pelita Raya, Kota Makassar, Selasa (19/12/2017).
Yanti polisikan Debt Collektor saat ditemui di salah satu kafe di Jalan Pelita Raya, Kota Makassar, Selasa (19/12/2017).

Online24, Makassar – Tidak terima mobilnya diambil paksa oleh debt collector Bank BCA Finance, seorang wanita cantik bernama Yanti (30), warga Jalan Tamangapa Raya No. 7 Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolrestabes.

Menurut Yanti, kejadian itu bermula saat dirinya sementara sedang mengendarai mobil Honda Mobilio miliknya. Namun tiba-tiba, ia dihadang oleh tiga oknum yang mengaku sebagai debt collector Bank BCA Finance dan kemudian memaksanya turun dari mobil.

“Saya sementara mengendarai mobil, tiba-tiba ada mobil Agya cegat saya di sekitaran Unhas dekat pom bensin. Kemudian ketiga orang tersebut turun dari mobil lalu memaksa buka kaca mobil. Kemudian mengambil kunci kontak mobil saya,” ujar Yanti kepada online24jam.com, Selasa (19/12/2017).

Setelah mobilnya dihentikan, Yanti pun dipaksa ikut ke kantor BCA Finance, yang berada di Jalan Rattulangi. Karena, merasa ketakutan, ia pun akhirnya ikut bersama ketiga debt collektor tersebut.

Setibanya di Kantor BCA Finance, debt collector yang diketahui bernama Rendy dan Rahmat ini, meminta kunci kendaraan Yanti untuk dipindahkan dengan alasan menghalagi ruko saat memarkir kendaraannya, sebelum akhirnya mobil tersebut dibawa kabur.

“Bilangnya memarkir mobil, ternyata ketiga debt collector tersebut membawa pergi mobil saya. Bukan hanya mobilnya, tetapi barang berharga saya yang ada di dalam mobil juga dibawa. Sampai sekarang saya tidak tahu mobil itu masih atau sudah tidak ada,” ungkap Yanti.

Lebih jauh, kata Yanti, pihak Bank BCA Finance enggan menerima biaya angsuran tunggakan selama dua bulan.”Lucunya waktu saya mau membayar angsuran yang ditunggak selama dua bulan, pihak Bank BCA Finance tidak mau. Alasannya karena tidak ada bede uang eksternal senilai 5 juta rupiah,” bebernya.

Karena merasa dirugikan oleh pihak debt collector Bank BCA Finance, Yanti pun melaporkan hal tersebut ke Mapolrestabes Makassar untuk ditindaklanjuti. “Saya merasa dirugikan dengan adanya kejadian ini,” singkatnya.

Akibat kejadian itu, Yanti mengaku mengalami kerugian material sekitar Rp 150 juta, belum lagi barang berupa tas milik korban yang berisi dompet isinya SIM dan KTP, BPKB motor Honda bet, dua handphone, serta kalung mas 23 karat seberat 5 gram, dan uang tunai senilai 3 juta rupiah, beserta kendaraan milik korban dibawa lari pelaku.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan mengatakan, bahwa laporan tersebut telah diterima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan.

“Kami telah menerima laporan mengenai perampasan mobil, dan kami akan menyelidiki lebih lanjut dan akan mendatangi pihak bank untuk dimintai keterangan, salah satunya legalitas penarikan yang dilakukan debt collektor,” jelas Anwar.