Dinkes dan Dokter Anak di Pinrang Sarankan Vaksinasi Secara Rutin Cegah Difteri

Editor : Muhammad Tohir
Syahrir, Dokter Spesialis Anak Kabupaten Pinrang
Syahrir, Dokter Spesialis Anak Kabupaten Pinrang

Online24, Pinrang- Sebulan terakhir, masyarakat di Indonesia dihebohkan dengan menyebarnya virus difteri. Menurut analisis medis, penyakit difteri ini menular karena pertumbuhan bakteri di dalam tubuh manusia. Dari informasi yang berkembang, penyakit  ini banyak menelan korban di Jawa Barat, Jakarta, dan Aceh.

Syahrir, Dokter Spesialis Anak Kabupaten Pinrang saat dihubungi,Rabu (20/12/2017), mengungkapkan bahwa virus difteri yang mewabah di beberapa daerah di Pulau Jawa dan Sumatra itu tidak terdapat adanya di Kabupaten Pinrang.

“Wabah Difteri memang sudah menjadi atensi kepada setiap dokter di Kabupaten Pinrang, mencermati wabah ini telah merebak di Pulau Jawa,” Ungkap Dokter Poli Anak RSUD Lasinrang Pinrang.

Menurutnya, mewabahnya penyakit Difteri tersebut dikarenakan dapat menular melalui udara, air ludah/liur dan kontak fisik dengan penderita. Dengan demikian tentu saja wabah difteri bisa memasuki wilayah Kabupaten Pinrang atau daerah luar Jawa lainnya. “Difteri menular dari udara, air ludah dan kontak fisik langsung dengan penderita” ungkapnya.

Menurutnya, untuk mencegah Difteri adalah dengan cara melakukan vaksinasi kepada bayi disaat usia dua sampai delapan belas Bulan. “Cara untuk mencegah difteri adalah dengan dengan melakukan vaksinasi pada bayi usia 2,3,4, dan 18 bulan berupa DPTHib,” jelasnya.

“Juga kepada anak usia 5-7 tahun disekolah-sekolah melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)” tambahnya.

Sejak virus ini menyebar di beberapa provinsi di Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan Pinrang dr. Dyah Puspita Dewi saat dihubungi, mengklaim telah memdapatkan himbauan baik dari pusat maupun dari provinsi terkait penanganan wabah difteri. “kami juga sudah diberikan himbauan dari pusat dan provinsi untuk pecegahannya” Kata Dr. Dyah Puspita Dewi, saat dihubunhi melalui Handphonenya

Hinggah saat ini, pihaknya telah melakukan pencegahan dengan cara menggiatkan Vaksinasi dan pengecekan ulang kepada bayi bayi dengan sistem jemput bola.  “Kami giat melakukan Vaksinansi dan pengecekan ulang kepada bayi bayi apakah telah melengkapi vaksinasi” Jelasnya.

Untuk tingkat vaksinasi di Wilayah Kabupaten Pinrang, telah mencapai 93%  dan masih ada sekitar 7% yang belum melengkapi vaksinasi. Hal tersebut tidak terlepas dari orang tua yang masih enggan untuk melakukan vaksinasi terhadap anaknya. “Inilah yang harus dikejar, untuk memberikan pemahaman kepada setiap orang tua” Katanya.

Apabila nantinya di Pinrang ditemukan masyarakat yang terkena wabah difteri. Pasien akan segera dilarikan ke RSUD Lasinrang. Namun jika kondisi pasien sudah cukup parah akan dirujuk menuju Parepare atau Makassar.  (Hasrul)