Festival Attoeng Media Kasih Sayang Seorang Ibu

Editor : Muh. Idris
Foto : Chaeruddin Hakim
Foto : Chaeruddin Hakim

Online24, Makassar – Budaya “Tojang” atau “Toeng” yang berarti ayun, merupakan metode menidurkan bayi sebagai media kasih sayang seorang ibu. budaya Attoeng atau Mattojang saat ini mulai ditinggalkan oleh orang tua zaman sekarang.

Beranjak dari situ, Rumah Kelong Makassar bekerja sama dengan Darma Wanita Dinas Pendidikan dan PKK kota Makassar. Festival Attoeng digelar sejak Kamis-Minggu (21-25 Desember 2017).

Ketua Panitia Kegiatan Festival Attoeng atau Mattojang, Chaeruddin Hakim, mengatakan kegiatan ini digelar untuk memperingati hari ibu sekaligus sebagai upaya menjaga kearifanlokal budaya Bugis Makassar. Kegiatan ini, diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan. didominasi kebanyakan wanita yang telah berusia lanjut.

“Peserta berasal dari aktivis ormas perempuan, Dharma Wanita, PKK, guru, majelis taklim, siswa dan pelajar, mahasiswa, serta sanggar seni,” katanya.

Attoeng/Mattojang sendiri merupakan kebiasaan ibu-ibu di Sulsel pada zaman dahulu untuk menidurkan anak mereka dalam ayunan dengan nyanyian khas. Syair lagu yang didendankan itu berisi petuah, nasihat, penyemangat, dan doa. pada Festival Attoeng yang digelar di Gedung Kesenian Society de Harmonie jalan Riburane Makassar ini,  para peserta memperlihatkan bagaimana metode menidurkan anak bayi.