Warga Bone Kesal Kasus Penggelapan Tanahnya Mandek

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Online24,Bone – Mappa bin Taggiling, warga Desa Nagauleng, Kabupaten Bone, harus pasrah sertifikat tanahnya digelapkan. Pasalnya sudah sejak tahun lalu, ia melaporkan kasus dugaan penggelapan sertifikat tanahnya yang diduga dilakukan oleh kepala desa Nagauleng, Hamzah Mappasere. Hingga kini, kasus tersebut masih jalan di tempat.

Melalui penasehat hukumnya, Mappa mengatakan bahwa kasus tersebut sudah ia laporkan sejak bulan Oktober 2016. Namun hingga kini, kasus yang sudah naik ke tahap penyidikan tersebut belum menetapkan tersangka.

Andi Sabir, selaku kuasa hukum Mappa mengatakan, bahwa  mandeknya penanganan kasus itu lantaran oknum penyidik di Satuan Reserse Kriminal Polres Bone diduga ‘main mata’ dalam kasus tersebut.

“Kami heran kenapa dalam kasus ini tak juga ditetapkan terlapor sebagai tersangka. Di mana-mana setiap kasus, kalau sudah naik tahap penyidikan tentu penetapan tersangka telah dilakukan. Di dalam penggelapan itu juga diduga ada pemalsuannya,” ujar Andi Sabir, Jumat (29/12/2017).

“Waktu itu kita pernah tanyakan kenapa kasusnya jalan di tempat. Pejabat di Polres Bone mengatakan kalau penyidiknya main mata,” tambahnya.

Tetapi setelah kabar tersebut didalami , ternyata penyidik kasus tersebut telah dimutasi dua hari setelah ia mengeluarkan surat pemanggilan sebagai tersangka terhadap terlapor yang merupakan kepala desa.

Ia menjelaskan, penyidik kasus tersebut sebenarnya sudah membuat surat panggilan sebagai tersangka pada kepada désa. Tapi surat itu tidak mau ditandangani oleh Kasat Reskrim Polres Bone.

“Dan anehnya dua hari setelah membuat surat pemanggilan , penyidik kasus tersebut yakni Bripka Suherman tiba-tiba dimutasi dan digantikan oleh penyidik baru. Ini ada apa sebenarnya. Karena kalau kami liat bukan penyidik yang main. Kalau penyidiknya yang main mata, maka tidak mungkin dia berani mengeluarkan surat penggilan tersangka,” pungkasnya.

Kapolres Bone, AKBP Kadarislam, saat dikonfirmasi, Jumat (29/12/2017), menampik tudingan adanya permainan dan keberpihakan  yang yang dilakukan anggotanya di Polres Bone.

Ia mengatakan untuk kasus tersebut, saat ini memang terkesan lambat, sebab ada sedikit kesalahan oleh penyidik sebelumnya yang mesti diluruskan.

“Pokoknya tidak ada keberpihakan, ini hanya kesalahan yang hanya perlu diluruskan sedikit, tapi saya pastikan ini akan ditindaki serius,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, kasus tersebut bermula saat Mappa berawal meminta sertifikat miliknya kepada terlapor yakni  Kepala Desa Nagauleng, Hamzah Mappasere. Namun, Hamzah tidak menyerahkan dengan alasan sertifikat tersebut sudah diambil.

Padahal, Mappa sama sekali belum pernah mengambilnya. Sementara sertifikat milik orang lain telah diserahkan. Ia pun sempat menanyakan kepada  BPN Bone, dan menurut BPN sertifikat itu telah diserahkan semua kepada Kepala Desa.

[fbcomments]