Kopel : Ini Janji ‘Sayang’ yang Belum Terpenuhi di 2017

Reporter :
Editor : Asri Muhammad

Online24, Makassar – Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulsel merilis catatan akhir tahun 2017 atas kepemimpinam Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’Mang di kantornya, Jalan Batua Raya, Jumat (29/12/2017).

Berdasarkan Perda Nomor 10 tahun 2013 dan perubahannya Nomor 9 tahun 2015, yang visi daerah adalah Sulawesi Selatan sebagai Pilar Utama Pembangunan Nasional dan Simpul Jejaring Akselerasi Kesejahteraan pada tahun 2018, dinilai Kopel belum terwujudkan dan menjadi ‘Utang Politik’ yang tersisa jelang Pilkada di Sulsel 2018.

Wakil Direktur Kopel Indonesia, Herman mengatakan, jika dilihat pada skala nasional perekonomian di Sulsel di atas rata-rata, namun hal yang berbeda justru terjadi di wilayah Sulsel  yang rapuh dan terjadi ketimpangan pemerataan ekonomi.

“Dari 24 kabupaten di Sulsel, yang tertinggi mengenai ekonomi di topang karena adanya Makassar dengan kontribusi tertinggi yaitu 95 Milyar lebih dan Kep. Selayar yang hanya 2 Milyar sesuai dengan PDBR (Produk Domestik Regional Bruto) sehingga pertumbuhan ekonomi di sulsel hanya di topang Kota Makassar,” jelasnya.

Kopel menilai, tanpa Kota Makassar pertumbuhan ekonomi Sulsel tidak akan diatas rata-rata nasional.

“Dan ini menandakan Makassar sebagai penopang pertumbuhan ekonomi nasional karena sektor ekonominya digerakkan oleh sektor swasta,” tegasnya.

Namun, peningkatan PDBR tersebut tidak pernah tercapai antara yang dijanjikan dengan kondisi yang terjadi hingga tahun 2019.

Selain itu, Herman juga mengungkapkan penurunan angka kemiskinan tidak pernah tercapai.

“Janji Kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’Mang akan menurunkan kemiskinan hingga lima persen rupahnya tak terpenuhi, data terakhir jumlah kemiskinan mencapai 9,38 persen,” ungkapnya.

Olehnya itu, Kopel mengharapkan kepada bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel mendatang, untuk meneruskan janji politik kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin Nu’Mang.