Salurkan Bantuan Pada Korban Terdampak Bencana, Taufan Pawe Hati-Hati Di Bulan Ini

Reporter :
Editor : Muhammad Tohir

Online24, Parepare – Pemerintah kota parepare melalui Badan Keuangan Daerah kota Parepare dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah memberikan bantuan kepada 252 kepala keluarga yang terkena bencana yang tersebar di empat kecamatan di Kota Parepare.

Setiap kepala keluarga diberikan bantuan antara Rp 1 hingga Rp 11 juta sesuai klasifikasi kerusakan. Bencana alam yang terjadi adalah kebakaran, angin kencang, pohon tumbang, longsor dan banjir.

Jumlah bantuan yang disalurkan sebanyak Rp310 juta berasal dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun Anggaran 2017.

Bantuan bencana tersebut diserahkan Wali Kota Parepare secara simbolis kepada korban bencana, dibarugae rumah jabatan Wali Kota Parepare, Sabtu (30/12/2017).

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Parepare, Taufan Pawe menyampaikan keprihatinannya karena bencana yang terjadi.

“kita tidak pernah meminta, bencana terjadi. Tapi perlu kita syukuri karena bencana yang terjadi tidak separah yang kita lihat di TV Nasional. Saya yakin semua ada hikmah dibaliknya jika kita bersabar dalam menghadapi bencana ini,” katanya.

Nilai bantuan yang diberikan kata dia tidak boleh dibawa Rp1 juta, karena bantuan tersebut untuk meringankan beban para korban. “ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah kota kepada korban bencana” ujarnya.

Iya juga memerintahkan dinas terkait untuk kembali mendata korban yang belum menerima bantuan. “Saya sadari betul, mungkin masih ada korban yang belum terdata, jadi tolong dinas terkait mendata kembali. Jika tidak bisa menggunakan anggaran tahun ini, akan diberikan pada anggaran tahun depan,” harapnya.

Taufan juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dengan kondisi dan cuaca saat ini. “saya harap masyarakat lebih berhati-hati, apalagi antara bulan Januari dan Februari. Dimana biasanya kondisi alam tidak menentu,” ungkapnya.

Terpisah, kepala badan keuangan setdako parepare, Nasarong mengungkapkan kalau anggaran yang diusulkan untuk korban bencana sekitar Rp2 Miliar. “Dana itu bisa dicairkan setelah bencana terjadi atau dalam keadaan yang mendesak” kata dia.