Refleksi Akhir Tahun, Walikota Parepare Ditanya Soal Pengelolaan Aset Daerah

Reporter :
Editor : Muhammad Tohir

Online24, Parepare – Di penghujung tahun 2017, Pemerintah Kota Parepare melalui Bagian Humas dan Protokol Setdako Parepare menggelar konferensi pers bersama awak media dalam refleksi akhir tahun 2017, di Cafe Alya Swetness, Sabtu, (30/12/2017).

Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, menyampaikan, masyarakat perlu melihat kondisi Kota Parepare saat ini. Dimana hasil yang ada saat ini merupakan hasil kerja-kerja pemerintah.

“Namun tidak dapat dipungkiri, bahwa masih ada beberapa yang belum puas dengan apa yang telah dikerjakan pemerintah daerah,” katanya.

Menurut Taufan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Parepare telah mencapai 98,71 persen selesai.

“RPJMD kami telah mencapai 98,71 persen selesai, dan kami optimis dapat tercapai,” ungkapnya.

Lebih lanjut Taufan, mengatakan, kinerja SKPD patut diapresiasi. Hal ini karena pencapaian pemerintah Kota Parepare telah berbanding lurus dengan kepuasan masyarakat, dan banyak peran SKPD didalamnya.

“Capaian kami berbanding lurus dengan kepuasan masyarakat. Artinya, apa yang diharapkan masyarakat lebih tinggi dari apa yang dikerjakan pemerintah, kami menyadari, hasil pembangun merupakan hak masyarakat. Mari kita melihat permasalahan yang ada di Parepare secara rasional,” jelas Taufan.

Dalam kesempatan itu sejumlah awak media mempertanyakan tentang apa yang harus dilakukan pemerintah jika ada yang menngklaim aset daerah sebagai milik pribadi atau ahli waris. Misalnya seperti “pasar Sumpang”.

“Jika hanya memegang bukti historis, saya rasa belum kuat. Apalagi sudah masuk ranah hukum, artinya kita tunggu saja apa hasil dari pengadilan,” tegasnya.

Selain itu juga awak media mempertanyakan tentang prospek ked aset daerah seperti Toko Cahaya Ujung. Karena jika hanya dibiarkan maka tampak kumuh.

“Tetap kita akan pikirkan, apalagi aset yang menjadi lokasi eks CU merupakan lokasi yang strategis. Mungkin bisa kita buatkan tempat perbelanjaan yang lebih eksklusif,” jawab Taufan Pawe, yang juga merupakan Ketua DPD II Partai Golkar.

[fbcomments]