Kejari Parepare Tangani Ratusan Kasus Sepanjang 2017

Reporter :
Editor : Muhammad Tohir

Online24, Parepare -Sepanjang tahun 2017, Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare menangani ratusan kasus yang tergabung di pidana umum dan pidana khusus. Untuk kasus yang ditangani di Pidsus Kejari Parepare selama 2017 ditangani empat kasus, yakni kasus kredit macet, sapi bunting PKPK, alkes RSUD dan pengadaan gerobak Dinas Perindag. Sedangkan kasus yang ditangani di Pidum, untuk pra penuntutan sekitar 323 kasus, dan untuk yang eksekusi sekitar 296 kasus. Jadi keseluruhan sekitar 619 kasus selama 2017.

Kasi Pidsus Kejari Parepare, Faisah, menyampaikan, ada beberapa kasus yang kini ditangani kejaksaan utamanya di pidana khusus. Baik itu di penuntutan, upaya hukum, penyidikan maupun eksekusi dan pengembalian uang denda serta uang pengganti.

Menurut Faisah, kasus yang kini sedang dalam peyelidikan pihak Kejari Parepare yakni kasus kredit macet BNI. Sedangkan untuk penuntutan ada empat orang yakni Amran Ambar, Ghazali dan Muhammad Suaib (kasus gerobak fiktif) dan Hendrik Jauri (kasus kredit macet BNI KC Parepare).

“Ada tiga yang melakukan upaya hukum yakni, Chandra, Amran Ambar, dan Besse Dewagon. Juga tiga orang telah dieksekusi yakni Syahminal, Gusdi, Amin Gosal,” ujarnya.

Lebih lanjut Faisah, menjelaskan, terkait uang denda dan pengganti. Kejari Parepare telah menyelamatkan uang negara sekitar Rp600 juta.

“Kita telah lakukan penagihan uang denda Rp500 juta, uang pengganti Rp50 juta dari terpidana Syahminal terkait kredit macet BNI KC Parepare. Serta Gusdi Hasanuddin yang telah membayar uang pengganti Rp50 juta terkait kasus kredit macet BNI KC Parepare,” ungkapnya.

Terkait kasus Alkes yang melibatkan Chandra Pratama, lanjut Faisah, saat ini menunggu putusan peninjauan kembali dari mahkamah agung. Terkait kasus pengadaan gerobak yang melibatkan Amran Ambar, saat ini tahap kasasi oleh penuntut umum Kejari Parepare.

“Yang paling menonjol kita tangani di tahun 2017 untuk kasus pidana khusus, yakni kasus kredit macet BNI KC Parepare, dengan kerugian negara kurang lebih Rp30 milyar. Melibatkan pelaku lima orang, yakni Amin Gosal, Syahminal, Gusdi, Hendrik dan Hasmiyati,” ungkapnya.

Sementara, Kasi Pidum Kejari Parepare, Idil, mengatakan, kasus pra penuntutan di Kejari Parepare sebanyak 323 kasus.

“Untuk seksi tindak pidana umum lainnya (TPUL) sebanyak 146 kasus, seksi oharda 134 kasus, seksi keamanan negara (Kamneg) 18 kasus, dan anak 25 kasus,” katanya.

Untuk kasus yang eksekusi lanjut Idil, sebanyak 296 kasus selama satu tahun.

“Seksi TPUL sebanyak 131 kasus, seksi Oharda 125 kasus, seksi Kamneg 16 kasus dan anak sebanyak 24 kasus,” ungkap Idil.

Idil mengharapkan, agar kedepannya bisa lebih mengungkap kasus-kasus perkara dari laporan masyarakat, tentang perbuatan melawan hukum. Hal ini bertujuan untuk memperlancar proses pembangunan di Kota Parepare.

Terpisah, Kajari Parepare, Reskiana Ramayanti, mengaku, pihaknya juga telah meniliki tim TP4D, yang bertugas untuk mengawal pelaksanaan pembangunan.

“Berhasilnya proses penegakan hukum, bukan dikarenakan banyaknya kasus yang ditangani, melainkan banyaknya upaya pencegahan,” katanya. Rabu (03/12/2017).