Ferdinand Sinaga, Striker Garang Itu Hijrah ke Negeri Jiran!

Editor : Aris Munandar
Penyerang PSM Makassar, Ferdinand Sinaga merayakan golnya ke gawang Mitra Kukar
Penyerang PSM Makassar, Ferdinand Sinaga merayakan golnya ke gawang Mitra Kukar

Online24, Makassar – Ferdinand Sinaga resmi berpisah dengan PSM Makassar, klub yang ia bela selama 3 tahun. Striker yang dikenal garang di lapangan itu hijrah ke klub asal Malaysia, Kelantan FA.

Kabar hengkangnya Ferdinand ke klub yang tampil di Liga Super Malaysia itu menyeruak sehari sebelum manajemen memperkenalkan skuad musim 2018 pada Rabu (2/12/2017) sore tadi.

Hal ini sontak membuat pendukung tim Juku Eja kaget bercampur kecewa. Pasalnya, pada beberapa kesempatan sang idola bernomor punggung 3 itu mengaku sudah kerasan dan terlanjur cinta dengan PSM. Ia bahkan berniat pensiun di PSM.

Baca juga : CEO PSM Ungkap Cerita Dibalik Hengkangnya Ferdinand Sinaga

Terlebih secara lisan Ferdinand dan manajemen sudah sepakat memperpanjang kerjasamanya selama dua tahun ke depan. Namun godaan mengembangkan karir di klub Negeri Jiran ditambah penandatanganan kontrak baru akan direalisasikan awal Januari ini pun membuatnya hengkang.

Resmi berpisah dengan PSM Makassar, Ferdinand Sinaga menyampaikan salam perpisahan melalui akun Instagramnya. Ia mengunggah foto saat ia membela PSM disalah satu pertandingan Liga 1.

Foto itu memperlihatkan gestur sedih, dengan gerakan tangan mengusap mata. “Terima kasih untuk kebersamaan selama 3 tahun bersama keluarga PSM baik management, pelatih, rekan pemain dan para supporter,” tulisnya di akun @ferdinand17sinaga.

“Maaf jika ada kekurangan dan kesalahan selama bersama. Semoga kesuksesan selalu bersama ‘kita’ semua, amin,” demikian kalimat perpisahan Ferdinand.

Kepindahannya tentu terasa berat. Alasannya, PSM bagi ayah dua anak ini adalah klub terlama yang dibelanya selama berkarir di kancah sepakbola Tanah Air. Sementara klub lain tak lebih dari semusim. Penyerang berusia 29 tahun itu telah memperkuat 10 tim selama 12 tahun terakhir.

Selama membela tim Juku Eja, Ferdinand selalu menjadi andalan. Di musim perdananya di turnamen ISC 2016, The Dragon berhasil mencetak 10 gol dan membawa PSM yang sempat terseok-seok diawal, finis di peringkat ke enam klasemen akhir.

Bukan hanya itu, musim lalu di Liga 1 2017, Ferdinand kembali menjadi tumpuan sang arsitek Robert Rene Alberts. Sempat kehilangan panggung di putaran pertama, pemegang nomor punggung tiga ini kembali tajam dan menutup musim dengan 12 gol. Ia menjadi top skor tim bersama Wiljan Pluim.

Meski terkenal temperamen, namun Ferdinand di mata kalangan suporter PSM adalah sosok yang heroik. Adalah aksinya melindungi suporter saat akan diamankan petugas kepolisian di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging, markas PSM pada 6 November 2017.

Kala itu, suporter kecewa atas kekalahan 0-1 PSM dari Bali United dan membuat peluang PSM menjuarai Liga 1 2017 pupus. Suporter mencoba merangsek ke dalam lapangan. Namun polisi bertameng mendatangi mereka dan menembakkan gas air mata.

Sontak hal ini membuat Ferdinand langsung menuju ke arah suporter dan meminta Polisi menghentikan tembakannya. Beberapa pemain juga membantu mantan pemain Persib ini agar aksi tak berlanjut lagi.

Totalitasnya untuk memenangkan setiap laga bersama tim tertua di Indonesia itu tidak perlu diragukan lagi. Karena karakter dan kualitasnya membuat CEO PSM Munafri Arifuddin menegaskan selalu ada tempat baginya di PSM jika ingin kembali ke liga Indonesia.

Terima kasih Ferdinand! Sukses di Negeri Jiran!