Sekuel Film di 2018 Selalu Dinanti

Editor : Abd Aziz
Muh. Luthfi, Sekertaris Kritikus Film Indonesia-Sulsel
Muh. Luthfi, Sekertaris Kritikus Film Indonesia-Sulsel

Online 24, Makassar – Di penghujung tahun 2017 adalah tahunnya film horror dimana hampir merata film dengan genre horror meraih jumlah penonton yang fantastis. Kemudian film dengan genre drama romantis yang menasional. Komedi romantis juga seperti halnya cerita dengan konten budaya  lokal , molulo jodoh tak bisa dipaksa, andaikan ditopang dengan promosi dan diberi banyak layar maka tidak mustahil pencapaiannya pun bisa tembus 500ribuan penonton.

Sekali lagi, dalam industri perfilman tak ada satupun yang dapat memastikan dan menjamin jumlah penonton yang dapat diraih.   Beberapa contoh film dengan promosi yang massive ternyata tidak mampu menarik simpatik. Film dengan pemeran yang sama pun terkadang , sukses disatu film kemudian biasa saja di film lainnya. Disini matematika penonton umumnya berbanding lurus dengan perolehan layar dari cinema 21.

Selain itu cerita film juga menjadi satu alasan mengapa orang rela antri di loket selain ingin menyaksikan idolanya bermain. Belum lagi timing waktu tayangnya, apa bersamaan tidak dengan jadwal box office. Oleh karena itu menjadi tantangan untuk sineas kita untuk menghasilkan karya film yang memiliki cerita menarik, genre drama romantis atau komedi serta horror, berskala nasional meski ada budaya lokal tetapi pemain dan dialog harus nasional, dan didukung dengan sinematografi standar jaringan bioskop 21 dan memperoleh layar merata di seluruh Indonesia, terhindar dari jadwal tayang yang bersamaan box office serta tepat di hari libur panjang, dengan dukungan promosi massive dan cuaca yg bersahabat sepanjang rilis di bioskop, mungkin secara kasarnya sudah bisa terprediksi perolehan penontonnya.

Termasuk ketika membuat sekuel berikutnya, lanjutan dari film sebelumnya yang booming, maka ayat-ayat cinta2 salah satu yang telah banyak dinanti penggemarnya di tanah air, dan timing saat diputar di bioskop pada saat pergantian tahun (liburan panjang) adalah sebuah penilaian bioskop 21 menampakkan film dengan prakiraan penonton yang sudah jelas. Bayangkan penonton ayat-ayat cinta 1 dulu mencapai 3,5 jutaan di tahun 2008.

Sementara jumlah penonton Indonesia dari tahun ke tahun mengalami kenaikan yangg signifikan. Contoh ada apa dengan cinta 1 mencapai 2,7 juta penonton di tahun 2002, kemudian dibuat sekuelnya ada apa dengan cinta 2 pada tahun 2016, penontonnya naik mencapai 3,66  juta. Ini adalah gambaran bahwasanya film dengan penonton jutaan sebelumnya saat dibuat sekuelnya umumnya kembali akan banyak lagi diminati.

Banyak contoh film yang sukses di edisi pertama kemudian membuat sekuel berikutnya, meski tidak semua, melampaui yang edisi pertama tapi setidaknya terbilang sukses mengikuti bahkan sebagian melebihi yang pertama, contohnya selain ada apa dengan cinta adalah ketika cinta bertasbih, surga yg tak dirindukan, Habibie dan Ainun, Comic 8, The Reid, London Love Story dan lainnya hingga yang kini tengah persiapan sekuelnya adalah  Eiffel I’m in love 2. Serta Molulo 2. Kita tunggu saja.

Laporan :  Muh.Luthfi

Sekretaris Serikat Kritikus Film Indonesia – Sulsel