Macetkan Arus Lalulintas, Appi-Cicu Sampaikan Permohonan Maaf

Editor : Asri Muhammad

Online24, Makassar – Arus lalulintas di Jalan Jenderal Sudirman dan sekitarnya, diprediksi akan terganggu dan membuat kemacetan bagi pengguna jalan.

Ini disebabkan karena di Monumen Mandala akan dijadikan sebagai lokasi pasangan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi untuk menggelar deklarasi, sebelum melaniutkan perjanalan menuju KPU Kota Makassar Jalan Perumnas Antang untuk mendaftarkan diri sebagai kontestan maju di Pilwalkot Makassar, Rabu (10/1/2018).

Antusiasme ribuan massa, simpatisan, kader dan pengurus 10 partai pengusung Appi-Cicu, hampir pasti tak dapat dibendung mengantar jagoannya.

Apalagi banyak elemen masyarakat tidak mau ketinggalan untuk ambil bagian mengawal duet yang mengusung tagline “Makassar untuk Kita” ke KPU.

Appi-Cicu melalui Juru Bicaranya, Basri Kajang, menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan dan masyarakat umum jika deklarasi dan proses pendaftaran Appi-Cicu ke KPU hari ini menimbulkan kemacetan.

“Dengan segala kerendahan hati, Appi-Cicu meminta maaf kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan yang akan terkena dampak kemacetan. Kami mengimbau bagi pengguna jalan sekitar Jalan Jenderal Sudirman dan sekitar Jalan Perumnas Antang menuju Kantor KPU Makassar untuk sementara memilih jalur lalulintas alternatif,” kata Basri melalui rilis yang diterima online24jam.com.

Adapun waktu yang diperkirakan jalan-jalan tersebut macet sekitar 10.00 hingga pukul 12.00 WITAkhusus wilayah Jalan Jenderal Sudirman dan sekitarnya, karena Appi-Cicu menggelar deklarasi di Monumen Mandala.

Sementara rute Jalan Urip Sumoharjo, daerah Tello, Antang dan doktor Laimena terjadi sekitar pukul 13.00 hingga pukul 14.35 WITA. Karena duet ini mendaftar di KPU,

“Star pendaftaran Appi-Cicu dimulai dari Masjid Almarkaz usai menunaikan salah dzuhur setelah deklarasai di Mandala selesai,” ujarnya mengaturkan permintaan maaf atas kemacetan lalulintas yang akan terjadi.

Appi-Cicu sendiri akan diantar relawan, simpatisan, dan seluruh kader dan pengurus 10 partai pengusungnya menuju KPU.