Belum Tertangkap, Jentang Diluar Radar Kejati?

Reporter :
Editor : Asri Muhammad
Jentang (kiri)
Jentang (kiri)

Online24, Makassar – Satu bulan berlalu, usai Kejaksaan Tinggi Sulsel mengeluarkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Soedirjo Aliman alias Jentang. Namun, hingga detik ini pihak Kejati Sulsel masih belum berhasil menangkap tersangka kasus dugaan penyewaan lahan tersebut.

Padahal beberapa waktu lalu, mantan kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel Jan S Maringka, berkata jika memulangkan tersangka bukan hal baru baginya. Dia juga mengatakan, akan bekerja sama dengan interpol dalam memulangkan Jentang.

Namun nampaknya kini Kejati masih kesulitan untuk memulangkan pengusaha tersebut. Pasalnya, Jentang yang diketahui berada di Singapura sejak penetapan tersangka pada bulan September 2017 lalu.

Ditanya soal kemungkinan Jentang sudah tak lagi berada di Singapura, Kasipenkum Kejati, Salahuddin, enggan berkomentar banyak.

“Nanti saya tanya dulu penyidiknya. Sebaiknya kita jangan berspekulasi, biarkan tim bekerja. Dan saya pastikan hingga saat ini tim masih bekerja,”ujar Salahuddin saat ditemui di ruanganya, Rabu (10/1/2018).

Jentang adalah salah satu tersangka dalam kasus tersebut. Dia bertolak ke Singapura untuk berobat beberapa hari, setelah ditetapkan sebagai tersangka. Namun kini keberadaannya tidak diketahui. Bahkan pengacara dan keluarga Jentang mengaku tidak tau persis dimana tepatnya Jentang berada.

Sekedar diketahui, kasus ini berawal dari kesepakatan penyewaan lahan negara yang digarap Rusdin dan Jayanti kepada PT PP untuk digunakan sebagai jalan masuk proyek Makassar New Port (MNP). Lahan tersebut disewa PT PP dari Rusdin dan Jayanti sebesar Rp 500 juta per tahun. Pada tahun kedua PT PP merasa hal tersebut tidak benar dan melaporkannya kepada Kejati Sulsel. Sekedar diketahui, Rusdin dan Jayanti merupakan karyawan Jentang.

Lahan yang menjadi akar mula kasus tersebut berada di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar.