Pasien BPJS Bayar Pasien Umum, Begini Hasil Penelusuran Direktur RSUD Lasinrang Pinrang

Reporter :
Editor : Muhammad Tohir

Online24, Pinrang- Kasus yang menimpa, Nurhaeda, seorang pasien rawat inap di RSUD Lasinrang Pinrang yang masuk terdaftar sebagai pasien BPJS, namun saat hendak keluar dimintai bayaran sebagai pasien umum, akhirnya terkuak, setelah Direktur RSUD Lasinrang Pinrang, dr.Makbul melakukan penelusuran akan kasus tersebut.

Menurutnya, terdapat kekeliruan antara pasien dan petugas, dimana pasien tersebut saat registrasi menggunakan kartu KIS milik pasien yang berdomisili di Sulawesi Barat.

“KIS ini dari Sulbar, terus rata rata di Pinrang banyak KIS yang sudah tidak terdaftar, ini data dari pusat” ungkap Dr. Makbul, Direktur RSUD Lasinrang Pinrang, Kamis (11/01/2017).

di sisi lain lanjutnya, petugas yang melakukan registrasi awal itu juga keliru, pasalnya saat pengisian Formulir registrasi, petugas memasukkan data BPJS. Sehingga saat pasien hendak keluar, data yang masuk tercatat sebagai pasien umum.
“Setelah saya telusuri dan kros cek langsung, pasien masuk IGD memang terdaftar BPJS. Cuma ada kesalahan print di keuangan sehingga dikenakan biaya sebagai pasien umum,” jelas Makbul.

Untuk pasien, Makbul menjelaskan bahwa pasien sudah pulang, dan melakukan pembayaran melalui jalur umum.
“Pasien sudah pulang, kita mau komplen ke BPJS tapi itu tidak terdaftar dan pasiennya juga mau membayar tanpa ada masalah” katanya

Makbul menyatakan, karena kelalaian itu, pihaknya meminta maaf atas adanya kejadian ini dan menegaskan, akan memberikan sanksi mutasi kepada stafnya yang lalai tersebut.

Terpisah, Amir kakak pasien Nurhaeda yang dikonfirmasi, membenarkan jika pihak RSUD Lasinrang Pinrang telah menghubunginya beberapa kali terkait masalah pembayaran itu. Bahkan menurutnya pihak RSUD akan mengembalikan uang pasien tersebut

“Iye, dari tadi siang menelpon beberapa kali Pak. Mereka meminta agar kami segera ke Rumah Sakit untuk mengambil kembali uang pembayaran. Namun karena ada kesibukan, saya sampaikan ke mereka, besok baru sempat ke sana,” ungkap Amir.

Namun yang Amir herankan, sebelum membayar, dirinya sempat mempertanyakan hal itu beberapa kali ke petugas Rumah Sakit karena merasa tidak terima keluarganya seakan dibodohi.

“Saya kaget karena mereka tiba-tiba nelpon dan minta tolong supaya kami segera mengambil kembali uang pembayaran. Padahal, saya sudah komplain dan mempertanyakan hal itu berulang kali sebelum membayar.”jelasnya.
” Hampir tiga jam lamanya keluarga saya tertunda keluar karena permasalahan ini,” tandasnya.