Marquee Player dan Regulasi U-23 Dihapuskan di Liga 1, Ini Komentar PSM

Editor : Aris Munandar
Marquee Player PSM Makassar, Wiljan Pluim
Marquee Player PSM Makassar, Wiljan Pluim

Online24, Jakarta – PSSI tidak lagi memberlakukan dua regulasi pada Liga 1 musim 2018. Kedua regulasi tersebut yakni slot marquee player untuk pemain asing dan regulasi yang mewajibkan tim memainkan pemain muda U-23.

Hal itu dipastikan oleh Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono selepas Kongres PSSI 2018 di ICE BSD, Tangerang Selatan, Sabtu (13/1/2018).

“Regulasi pemain asing Liga 1 musim 2018 sudah ditetapkan. Tanpa marquee player. Klub-klub peserta sudah kami kirimkan draf-nya,” ucap Joko Driyono seperti dikutip Bolasport.

“Jadi, jatah bagi setiap tim adalah empat pemain asing. Tiga (non-Asia) plus satu (Asia). Musim depan juga tidak ada lagi pembatasan umur,” Joko menambahkan.

Sementara itu, Media Officer PSM Makassar, Andi Widya Syadzwina yang dikonfirmasi mengatakan belum mendapat informasi secara resmi. “Kita kan belum terima (draft-nya). Jadi belum tau apa-apa,” ucapnya.

“Kita tunggu saja aturan resminya seperti apa,” tambahnya.

Dihapuskannya slot marquee player sebenarnya tidak mengubah jumlah pemain asing yakni empat pemain di setiap klub dari musim lalu. Tahun ini, hanya status marquee player saja yang dihilangkan.

Pada Liga 1 2017, PSSI membolehkan klub merekrut dua pemain asing non-Asia, satu non-Asia berstatus marquee player serta satu pemain asing Asia.

Sementara soal regulasi U-23, hal ini kerap dikeluhkan beberapa klub musim lalu. Dihapuskannya kewajiban memainkan tiga pemain U-23 pada babak pertama (minimal 45 menit) tentu membuat pemain senior punya jam terbang lebih banyak.