Peristiwa 14 Januari, Mengenang Pembantaian Ribuan Muslim Bosnia

Editor : Abd Aziz
Foto: @Reuters
Foto: @Reuters

Online24, – Tahukah anda tanggal 14 Januari lalu tepatnya di tahun 2000, Ratko Mladic, mantan Jenderal Pasukan Serbia dinyatakan bersalah di Pengadilan Kejahatan Perang PBB di Den Haag. 100.000 orang warga muslim Bosnia dinyatakan tewas akibat peristiwa yang terjadi tahun 1992-1995 tersebut.

Tiga hakim panel dari Pengadilan Internasional PBB untuk bekas Yugoslavia (ICTY) menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada mantan Ratko Mladic. Vonis yang dijatuhkan tersebut didasarkan pada 10 dari 11 tuduhan yang diarahkan kepada mantan pimpinan tentara Serbia tersebut.

Hakim secara detail memaparkan pembunuhan, pemukulan, pemerkosaan dan bentuk kejahatan lainnya, yang sebagian besar terjadi atas perintah atau disaksikan langsung oleh Mladic selama Perang Bosnia yang menyebabkan 100.000 orang tewas dan 2,2 juta orang mengungsi.

Peristiwa ini kemudian terekam dan tercata di Wikipedia https://id.wikipedia.org/wiki/14_Januari. sebagai peristiwa di tanggal 14 Januari.

Perempuan Bosnia yang mengikuti jalannya persidangan bersorak gembira atas vonis seumur hidup bagi Ratko Mladic

Warga muslim Bosnia yang mengikuti persidangan itu menyambut bahagia keputusan hakim yang dianggap menjawab penantian panjang mereka atas keadilan perang yang terjadi dua dekade lalu. Mereka bersorak gembira atas vonis seumur hidup bagi Ratko Mladic

Hakim berketetapan pembunuhan atas sekitar 8000 warga Muslim Bosnia di Sribenica adalah bentuk genosida. Mladic dituduh “secara permanen menghilangkan” Muslim Bosnia dan Kroasia lewat upaya pembersihan etnis.

Peristiwa tersebut dianggap sebagai pembantaian terburuk yang terjadi di Eropa setelah peristiwa Holocaust Yahudi.

Sementara itu, seorang penjahat perang Kroasia-Bosnia lainnya memilih mengakhiri hidupnya dengan cara meneguk racun di tengah persidangan Mahkamah Pidana Internasional yang mengukuhkan hukumannya di Den Haag.

Aksi nekad itu dilakukan setelah hakim menyatakan bahwa hukuman 20 tahun penjara untuknya dikukuhkan, mantan komandan pasukan Kroasia Bosnia itu berteriak bahwa dia bukan seorang penjahat dan kemudian meminum cairan dari botol kecil yang dibawanya.

Slobodan Praljak, 72, tewas di rumah sakit, dan Mahkamah PBB menetapkan ruang sidang tempatnya minum racun sebagai ‘tempat kejadian perkara atau TKP.’ (*berbagai sumber)