Perginya Sutradara Film Tutur Tinular

Editor : Muh. Idris
Foto: Nurhadie Irawan (JPNN.com)
Foto: Nurhadie Irawan (JPNN.com)

Online24, Ragunan – Dunia perfilman kembali berduka, seorang sutradara ternama Nurhadie Irawan, menghembuskan nafas terakhirnya diusia 72 tahun.

“Innalillahi wa inna lilahi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatulah sahabat kami tercinta, sutradara film Nurhadie Irawan (72), hari Senin(15/1) pukul 02.42 WIB di rumahnya. “ begitu pesan yang disampaikan Ilham Bintang di media sosialnya.

Nurhadie merupakan Sutradara film “Tutur Tinular” sebuah serial film yang sangat dikenal oleh masyarakat. dan sejumlah film lainnya yang membuat almarhum menerima penghargaan. Ia dikabarkan meninggal dunia karena penyakit yang sudah lama dideritanya. Dan meninggal tepat berada dipangkuan putranya.

“Menurut putera sulungnya, Dafi, penyakit ayahnya komplikasi. Semalam masih sempat makan malam, tetapi setelah itu kondisinya lemah. Almarhum mengembuskan napas terakhir di pangkuan Dafi,” terang Ilham di Jakarta, Senin (15/1).

Ia dimakamkan di pemakaman umum dekat pintu masuk KB Ragunan. Nurhadie Irawan (lahir 72 tahun lalu di Bondowoso, Jawa Timur) namun menghabiskan masa remajanya di Makassar. Namanya dikenal secara luas setelah menyutradaeai sejumlah film Indonesia. Film “Satria Bergitar” yang dibintangi oleh Rhoma Irama adalah salah satu film garapannya.

Kiprahnya sebagai sutradara di dunia film kembali diperhitungkan ketika ia meraih penghargaan khusus dari Dewan Film Nasional Festival Film Indonesia 1989 sebagai sutradara terbaik lewat film “Bayi Tabung” (1988).

Meninggalnya, Nurhadi membuat insan film kembali berduka. Apalagi Nurhadi sosok sutradara yang tegas dan sangat kritis.(8/Rls)